Berita

International Space Station (ISS)

Dunia

Ahli: Masa Depan ISS Suram tanpa Rusia

KAMIS, 28 JULI 2022 | 10:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sangat tipis kemungkinan AS dan mitranya tetap bekerja sama dengan Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) bila Rusia pergi.

Senada dengan pendapat ahli lainnya, Anggota Akademi Kosmonotika Rusia Andrey Ionin mengungkapkan hal itu dalam pernyataannya, seperti dikutip dari TASS, Rabu (27/7).

Rusia telah memastikan untuk keluar dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) setelah 2024. Kepala Roscosmos yang baru, Yury Borisov, menyatakan hal itu pada pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin baru-baru ini.


Sebuah sumber di fasilitas Roscosmos mengatakan pernyataan itu tidak merujuk pada tanggal tepatnya, tetapi dipastikan sekitar tahun 2025.

Roscosmos, NASA, badan antariksa Eropa, Kanada, dan Jepang, sejauh ini telah mencapai kesepakatan untuk menggunakan ISS hingga 2024.

Pejabat NASA sebelumnya tidak menutup kemungkinan bahwa pengoperasian stasiun dapat diperpanjang hingga 2028 atau bahkan 2031. Namun, para ahli percaya bahwa penarikan Rusia dari proyek tersebut akan berarti akhir dari ISS.

"Meskipun sejumlah pernyataan bahwa AS dan mitranya berencana tetap menggunakan ISS tanpa Rusia, ada keraguan yang sangat serius tentang hal itu," kata Ionin.

“Rusia bertanggung jawab untuk menjaga efisiensi sistem yang sangat rumit di stasiun, dan tanpa mereka  tidak dapat berfungsi dengan aman. Akibatnya, tanpa Rusia, tidak mungkin untuk menjamin keselamatan awak dan tidak ada yang akan mengambil risiko seperti itu,” tegasnya.

Ketika berbicara tentang masa depan kegiatan Rusia dalam eksplorasi ruang angkasa berawak, Ionin yakin bahwa mereka pasti akan terus berlanjut.

Kerjasama dalam program lunar dengan China dan negara-negara BRICS lainnya mungkin menjadi tujuan utama jangka panjang.  Sudah saatnya Rusia memulai pembicaraan dengan China mengenai penerbangan ke stasiun ruang angkasanya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya