Berita

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an/RMOL

Politik

Ali Rif'an: Indonesia Butuh Figur Capres Paham Masalah Ekonomi Mikro

SELASA, 26 JULI 2022 | 18:15 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ada pergeseran tren perilaku pemilih yang berubah antara pra pandemi dan pasca pandemi Covid-19. Pandangan itu  disampaikan Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an, Selasa (26/7).

Menurut Ali Rif'an, saat sebelum pandemi Covid-19 pemilih di Indonesia memilih sosok yang jujur dan merakyat.

Analis mantan Manajer Riset Poltracking ini, sejak pasca pandemi ini masyarakat ingin pemimpin yang kategorinya problem solver, atau para pemecah masalah atas persoalan saat ini, salah satunya masalah ekonomi.


"Mulai dari masalah ekonomi, daya beli terus menurun, banyak masalah kita di era pandemi kehilangan pekerjaan dan efeknya sampai sekarang," kata Ali Selasa (26/7).

Dia menambahkan, kenginan pemilih saat ini cenderung menginginkan para pemimpin yang konkret. Indikatornya adalah para Capres yang konkret berkontribusi ke negara atau punya kontribusi sosial kepada masyarakat.

"Nah itu, capres yang relevan menghadapi tantangan di masa mendatang, trennya memang dibutuhkan pemimpin yang mampu problem solving dan adaptif dengan situasi yang ada," tegas dia.

Menurut Ali, gagasan atau visi yang berbasis programatik dan problem solver akan menjadi pembeda dari Capres yang lain.

Kalau melihat  rekam jejak yang banyak disebut di lembaga survei baik Airlangga Hartarto, Puan Maharani, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, adalah figur yang memang punya kontribusi pada negara karena punya jabatan di pemerintahan.

"Yang membedakan nanti publik akan melihat dari gagasannya, bagaimana dia menakhodai Indonesia lima tahun ke depan dengan gagasan yang membumi dan bisa diterima masyarakat awam dan berorientasi ke persolan ekonomi yang bersifat mikro," urai dia.

"Jangan bicara soal-soal makro, karena politik riil adalah politik mikro persoalan minyak goreng, harga BBM naik dan sembako meroket," pungkasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya