Berita

Pengamat intelijen dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi/RMOL

Pertahanan

Enam Orang Diduga Mata-mata Ditangkap di Nunukan, Pemerintah Didesak Perintahkan Penegak Hukum Usut Tuntas

SABTU, 23 JULI 2022 | 00:50 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Langkah Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI AL BKO Guspurla Koarmada II mengamankan enam orang yang diduga melakukan praktik spionase di kawasan Sebatik Utara, Nunukan, Kalimantan Utara, patut diapresiasi.

Demikian disampaikan pengamat intelijen dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi. Ia berpendapat, penangkapan 6 orang itu menunjukkan tingginya kepedulian dan kewaspadaan dari para personel yang bertugas di lapangan.

Menurut Khairul Fahmi, pengelolaan keamanan perbatasan di Indonesia masih memiliki banyak persoalan. Beberapa hal penting yang disorot Khairul Fahmi, diantaranya: regulasi dan minimnya sarana prasarana.


Namun demikian, tambah khairul,  integritas dan langkah koordinatif para personel Satgas telah menunjukkan bagaimana semestinya prosedur-prosedur ditegakkan.

"Egosektoral dapat dihindari dan sinergitas dalam pengelolaan keamanan perbatasan berjalan baik," demikian penjelasan Khairul Fahmi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (22/7).

Analisa Khairul Fahmi, praktik kejahatan dan perbuatan melawan hukum di kawasan perbatasan maupun lintas batas negara selalu potensial terjadi, termasuk yang berkaitan kedaulatan dan keamanan negara.

Terlebih, kata Khairul Fahmi, tidak mudah untuk bisa menjangkau semua titik dan celah rawan mengingat perbatasan darat maupun garis pantai kita yang sangat panjang.

Atas dasar itu, Khairul menyarankan langkah sigap Satgas Marinir Ambalat XXVIII patut diteladani. Bagi Khairul, baik TNI AL maupun TNI secara umum perlu terus menekankan pada jajaran agar selalu menjaga kedisiplinan, integritas, sikap tanggap dan kewaspadaan tinggi terhadap potensi-potensi ancaman dan gangguan keamanan.

Ia juga mengusulkan agar diatur tentang penugasan personel di perbatasan. Salah satu hal penting, tambah Khairul proses penugasan di lapangan jangan sampai terlalu lama.

"Agar potensi depresi serta menurunnya kedisiplinan, integritas dan kewaspadaan dapat diminimalisir," tandas Khairul Fahmi.

Terkait dengan penangkapan 6 orang yang diduga melakukan spionase, Khairul Fahmi mendesak pemerintah melakukan langkah lanjutan. Salah satu langkah strategisnya, memerintahkan aparat penegak hukum untuk mengungkap dan mendalami dugaan praktik spionase yang dilakukan oleh tiga WNI dan tiga WNA itu secara seksama.

Dalam bacaan Khairul Fahmi, pengumpulan data dan informasi strategis secara tidak sah merupakan potensi ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan negara.

"Terakhir, kasus ini juga menunjukkan pentingnya pemerintah melakukan berbagai agenda. Di antaranya, peningkatan kapasitas intelijen, optimalisasi pemanfaatan teknologi deteksi, pemantauan dan pengawasan, maupun sarana dan prasarana penunjang pengamanan perbatasan terutama di laut dan pesisir," pungkas Khairul Fahmi.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya