Berita

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)/Net

Politik

Kunci Pergerakan Parpol Lain, Wajar Soliditas KIB Diganggu

RABU, 20 JULI 2022 | 05:22 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Soliditas Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) belakangan menjadi sorotan. Bahkan, koalisi bentukan Partai Golkar, PPP, dan PAN ini dianggap mengunci pergerakan partai politik (parpol) lain.

Menurut Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an, bicara koalisi sampai saat ini masih cair, kendati sudah ada KIB maupun koalisi lain.

"Bagi saya sebelum ada ikatan capres yang diusung, ikatan koalisi masih sangat cair. Lebih spesifik lagi koalisi akan terbentuk ketika sudah mendaftar di KPU, tapi tentu finalnya sudah mengusung capres-cawapres," ungkap Ali saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (19/7).


KIB, kata Ali, memang sudah menjaring koalisi, tapi sampai sekarang belum ada nama capres yang diusung secara resmi. Ali menekankan, hal itu juga yang membuat posisinya bisa saja digoyang partai lain.

"Satu sisi KIB memang bisa mengunci partai-partai lain, posisi PDIP misalnya, relatif terkunci dengan adanya KIB. Begitu juga dengan poros Gondangdia, Nasdem relatif terkunci. Makanya banyak partai, termasuk analis politik mengomentari KIB," jelas dia.

Apalagi, sambung Ali, nama-nama ketua umum partai yang tergabung dalam KIB kerap mencuat sebagai kandidat cawapres dalam setiap hasil lembaga survei. Meski ada Airlangga di beberapa hasil survei potensial sebagai capres.

Ali menambahkan, wajar jika belakangan soliditas KIB diganggu parpol lain. Sebab koalisi mereka memang semua masih cair. Kemudian, lem perekat KIB ini apa sebenarnya?

"Apakah sudah ada deal tertentu dari salah satu figur capres, atau upaya mengunci partai lain. Atau yang agak programatik koalisi dini yang dibentuk KIB memberikan satu pendidikan politik kepada publik sekaligus brand value tiga partai di KIB itu," pungkas Ali.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya