Berita

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe/Net

Dunia

PM Sri Lanka: Bukan Rusia yang Bertekuk Lutut atas Sanksi Barat, tetapi Negara-negara Dunia Ketiga

SELASA, 19 JULI 2022 | 06:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pejabat Sri Lanka mendesak semua pihak untuk mendorong gencatan senjata segera dalam perang Rusia-Ukraina yang telah memasuki bulan kelima. Perang mungkin terjadi di Ukraina, tetapi dampak yang diakibatkannya dirasakan oleh banyak negara, terutama Sri Lanka.

Berbicara pada diskusi panel internasional tentang Mencegah Kelaparan pada Senin (18/7), Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mempertanyakan soal yang diluncurkan untuk Rusia. Perang di Ukraina membuat banyak orang menderita, ditambah dengan adanya sanksi yang bertubi-tubi yang dampaknya malah dirasakan oleh negara-negara dunia ketiga.

“Apakah menurut Anda sanksi akan membantu? Itu hanya akan menyeret harga naik. Mari kita lihat sanksi yang dikenakan dan tanyakan pada diri sendiri apakah ini perlu," katanya, seperti dikutip dari Indian Today.


"Sanksi tidak akan membuat Rusia bertekuk lutut, tetapi negara-negara dunia ketiga-lah akan menderita," sambung politikus yang dianggap sebagai pelopor dalam pemilihan presiden Sri Lanka yang akan diadakan pada 20 Juli mendatang.

Sanksi tersebut mempengaruhi negara-negara seperti Sri Lanka di mana produk makanan umumnya tidak dapat diakses.

"Masalah kami di Sri Lanka sebagian dibuat sendiri dan sebagian karena krisis global. Krisis global dan krisis internal keduanya telah bersatu dan membawa kita ke tingkat di mana banyak orang memperkirakan bahwa sebanyak 6 juta orang di Sri Lanka menghadapi kekurangan gizi," tegasnya.

Ekonomi Sri Lanka sedang berkontraksi. Ia juga mengungkapkan kehilangan pekerjaan sepanjang tahun akan tinggi, di samping kelaparan yang meluas dan krisis bahan bakar.

Semua ini telah mengakibatkan pergolakan politik. Wickremesinghe mempertanyakan apa yang akan dilakukan negara lain dalam situasi seperti itu.

"Meminta orang untuk mengencangkan ikat pinggang saja tidak akan bisa. Kita harus berpikir out of the box, kita tidak bisa berpikir secara konvensional. Yang kita butuhkan adalah solusi," ungkapnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya