Berita

T-50i buatan KAI Korea Selatan/Net

Nusantara

Pesawat TNI AU Golden Eagle yang Jatuh Pabrikan Korsel, Begini Rincian Teknisnya

SELASA, 19 JULI 2022 | 02:52 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pesawat latih tempur ringan T-50i Golden Eagle milik TNI AU yang jatuh saat mengikuti latihan penyusupan malam, Senin (18/7) adalah buatan Korea Aerospace Industries (KAI) bekerjasama dengan Lockheed Martin.

Dikutip dari ZonaTerbang.com, T-50 merupakan pesawat supersonik pertama yang diproduksi negeri ginseng dan mulai dikembangkan di era 1990an.

Penerbangan perdana T-50 dilakukan di tahun 2002. Tiga tahun kemudian, pesawat ini mulai dioperasikan Angkatan Udara Korea Selatan. Dalam pengembangan selanjutnya, T-50 dimodifikasi menjadi pesawat aerobatik dan tempur, menjadi T-50B, TA-50, juga FA-50.


Versi TA-50 memiliki meriam tiga laras dari M61 Vulcan yang dipasang secara internal di belakang kokpit. Setiap meriam memiliki kemampuan menembakkan amunisi 20 mm tanpa sambungan.

Sementara rel ujung sayap dapat menampung rudal AIM-9 Sidewinder. Berbagai senjata tambahan juga dapat dipasang ke cantelan bawah sayap.

Senjata udara-ke-permukaan yang kompatibel untuk pesawat ini antara lain adalah rudal AGM-65 Maverick, peluncur roket Hydra 70 dan LOGIR, bom cluster CBU-58 dan Mk-20, dan bom serba guna Mk-82, 83, dan 84.

Selain Angkatan Udara Korea Selatan, pesawat ini juga dioperasikan Angkatan Udara Irak, Angkatan Udara Filipina, dan TNI AU yang menggunakan varian T-50i.

Indonesia menggunakan T-50i untuk menggantikan pesawat latih BAE Systems Hawk Mk 53 dan pesawat serang OV-10 Bronco. Di bulan Mei 2011, Indonesia menandatangani kontrak pembelian 16 unit T-50 seharga 400 juta dolar AS.

Pesawat ini memiliki fitur tiang senjata dan modul senjata, memungkinkan kemampuan serangan ringan. Pengiriman pesawat dimulai pada September 2013. Dua pesawat terakhir yang dipesan tahun 2011 itu tiba pada Januari 2014.

Di bulan Juli 2021, Indonesia kembali memesan T-50i kepada KAI. Kontrak kedua ini hanya senilai 240 juta dolar AS untuk 6 unit T-50i beserta dukungan dan paket logistik untuk operasi pesawat.


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya