Berita

Kanselir Jerman Olaf Scholz/Net

Dunia

Scholz Mengancam Rusia: Mau Damai? Ikuti Syarat dari Ukraina atau Sanksi Tidak akan Dicabut Selamanya

SENIN, 18 JULI 2022 | 14:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Barat dengan tegas menolak persyaratan damai yang diusulkan Rusia. Jika Moskow memaksa, maka Uni Eropa (UE) tidak akan menarik semua sanksi yang dikenakan pada Rusia atas situasi di Ukraina.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan hal itu dalam paparan artikelnya untuk Frankfurter Allgemeine Sonntagzeitung yang diterbitkan Minggu (17/7), seperti dikutip dari The Moskow Times.

UE sejak awal telah bereaksi keras atas agresi Rusia dan dengan kesepakatan bersama, semua meluncurkan sanksi yang keras sebagai hukuman untuk Rusia.


“Bagian dari kenyataan baru adalah bahwa UE juga telah berkonsolidasi. Ia telah bereaksi terhadap agresi Rusia dengan suara bulat dan memberlakukan sanksi keras yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Scholz, menambahkan bahwa UE telah menyadari berapa lama harus mempertahankan sanksi untuk waktu yang lama.

Scholz mengancam, tidak satu pun dari sanksi yang diluncurkan akan ditarik jika terjadi perdamaian yang didikte oleh Rusia.

Semua perjanjian damai harus dengan kepakatan Ukraina, bukan kesepakatan dari Rusia, kata Scholz.

"Tidak ada jalan lain Untuk Rusia. Bila ingin mencapai kesepakatan dengan Ukraina, maka harus mengikuti apa yang disyaratkan oleh Ukraina," tegas Scholz.

Uni Eropa akan selalu bersama Ukraina.

“Kami akan mendukung Ukraina selama dibutuhkan. Baik untuk soal ekonomi, kemanusiaan, keuangan dan pengiriman senjata. Pada saat yang sama, kami menjamin bahwa NATO tidak akan menjadi bagian dari perang,” klaim Scholz.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya