Berita

Tony Blair/Net

Dunia

Tony Blair: Dominasi Barat Berakhir, Perubahan Geopolitik Terbesar Abad Ini Akan Datang dari China

SENIN, 18 JULI 2022 | 07:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perkembangan negara-negara Barat telah mengalami stagnasi akibat berbagai faktor yang terjadi saat ini. Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair mengatakan semua itu sebagai tanda berakhirnya dominasi mereka atas dunia.

Berbicara dalam kuliah tahunannya di Ditchley Foundation pada Sabtu (16/7), Blair mengatakan, untuk pertama kalinya dalam sejarah modern bahwa Timur bisa setara dengan Barat seiring berakhirnya dominasi global AS dan sekutunya.

"Ini karena efek dari pandemi Covid-19 dan konflik di Ukraina. Untuk sebagian besar populasi Barat, standar hidup mengalami stagnasi,” kata Blair, seperti dikutip dari AFP, Minggu (17/7).


“Politik Barat sedang kacau – lebih partisan, jelek, tidak produktif, dan didorong oleh media sosial yang memengaruhi urusan domestik dan internasional," ujarnya, dengan menambahkan bahwa atas alasan itulah operasi militer Rusia di Ukraina harus menjadi titik poros yang menghidupkan kembali misi Barat.

Namun, menurut pria berusia 69 tahun, yang memimpin pemerintah Inggris dari 1997 hingga 2007, perubahan geopolitik terbesar abad ini akan datang dari China, bukan Rusia.

“Kita akan segera mengakhiri dominasi politik dan ekonomi Barat. Dunia setidaknya akan menjadi bi-polar dan mungkin multi-polar,” prediksinya.

"China, yang sudah menjadi negara adidaya kedua di dunia, akan bersaing dengan Barat bukan hanya untuk kekuasaan tetapi juga melawan sistem kita, cara kita memerintah dan hidup," kata politisi Partai Buruh itu memperingatkan.

"Beijing tidak akan sendirian, dia memiliki sekutu. Saat ini sudah jelas, (sekutunya adalah) Rusia. Mungkin (selanjutnya) Iran," kata Blair.

“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah modern bahwa Timur bisa setara dengan Barat,” tambahnya.

Mantan perdana menteri mengatakan peristiwa di Ukraina telah memperjelas bahwa Barat tidak dapat mengandalkan kepemimpinan China untuk berperilaku dengan cara yang kita anggap rasional.

"Jangan salah paham. Saya tidak mengatakan dalam waktu dekat bahwa China akan berusaha mengambil Taiwan dengan paksa. Tetapi kita tidak dapat mendasarkan kebijakan kita pada kepastian bahwa itu tidak akan terjadi," demikian Blair.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya