Berita

Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Kena Jebakan Utang China, Laos Terancam Bangkrut?

MINGGU, 17 JULI 2022 | 14:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Laos menjadi negara Asia lainnya yang terancam bangkrut. Salah satunya disebabkan oleh jebakan utang China atas pembangunan proyek kereta api berkecepatan tinggi.

Di tengah krisis ekonomi dan keuangan yang semakin dalam, Laos tampaknya tidak akan mendapatkan pengampunan utang dari China.

China merupakan kreditur utama Laos. Beijing pasti akan menderita secara geopolitik jika membiarkan Laos gagal bayar segera setelah menyelesaikan proyek jalur kereta api senilai 5,9 miliar dolar AS, yang menjadi bagian dari Belt and Road Initiative (BRI) China.


"Tidak diragukan lagi, Laos menghadapi kesulitan ekonomi dan keuangan yang luar biasa dan sangat mengkhawatirkan, tetapi saya tidak berpikir China akan membiarkan Laos gagal," kata profesor di Sekolah Pascasarjana Kebijakan Publik Universitas Tokyo, Toshiro Nishizawa, seperti dimuat Asia Times.

"Ukuran kewajiban utang saja tampaknya menunjukkan bahwa default tidak bisa dihindari, tetapi faktor geo-ekonomi membuat prediksi sederhana seperti itu tidak realistis untuk Laos," tambah Nishizawa.

Dalam praktiknya, China telah gagal membantu Pakistan keluar dari dilema keuangannya, namun berhasil melalui pembayaran sebesar 4,5 miliar dolar AS yang jatuh tempo pada bulan Maret.

China juga tidak banyak membantu Sri Lanka dan mengabaikan bandingnya karena Kolombo gagal membayar utangnya.

Jumlah persis utang Laos ke China masih bisa diperdebatkan. Bank Dunia menganggap itu hampir setengah dari utang resmi negara sebesar 14,5 miliar dolar AS, yang akan menjadi sekitar 7,2 miliar dolar AS.

Berapa pun angka sebenarnya, utang Laos tidak seberapa bagi Beijing.

Pada Januari, Bank Dunia melaporkan, dari 74 negara berpenghasilan terendah di dunia yang berutang dalam pembayaran layanan utang tahun ini sebesar 35 miliar dolar AS, hampir 13,1 miliar dolar AS berutang kepada entitas China.

Selama bertahun-tahun, kritik terhadap ekspansi global China memperingatkan bahwa negara-negara miskin seperti Laos berisiko jatuh ke dalam "jebakan utang" China.

Beijing menjerat negara-negara miskin dengan tawaran besar pembangunan infrastruktur secepat kilat, hanya untuk mengambil alih aset nasional utama ketika negara-negara tersebut tidak dapat membayar kembali pinjaman mereka.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya