Berita

Direktur Median, Rico Marbun/RMOL

Politik

DNA Politiknya Beda Sejak Lahir, PDIP dan Demokrat akan Sulit Berkoalisi

JUMAT, 15 JULI 2022 | 05:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Peluang terbangunnya koalisi antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat untuk menghadapi pemilihan presiden sulit terbentuk. Sebab, chemistry politik antar kedua partai tidak terjalin dengan baik.

Demikian pandangan Direktur Median, Rico Marbun saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL merespons spekulasi pasangan Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jumat (15/7).

Menurut Rico, jika memang ada peluang kerjasama, sejak jauh hari pasti dilakukan oleh kedua partai. Artinya sejak momentum Pemilu yang dilakukan sudah 4 kali belum ada sejarah kedua partai itu berkoalisi.


Ia melihat, perbedaan paradigma politik antar PDIP dan Partai Demokrat bisa dikatakan sangat keras.

"Saling lempar 'serangan' politik antara elite PDIP dan Partai Demokrat lumayan intensif dan konsisten. DNA keduanya memang bertolak belakang sejak awal kelahiran," demikian analisa Rico Marbun.

Dalam sejarah politik elektoral sejak tahun 2004, saat PDI Perjuangan mengalami kenaikan elektoral justru Partai Demokrat kecil suaranya. Sebaliknya, saat Demokrat perolehan suaranya tinggi, PDIP justru menurun. Catatan Rico, fakta politik ini tidak terjadi sekali dua kali.

"Ini bukam hanya persoalan antar elite kedua partai. Tapi juga antar grass root," terang Rico.

Analisa Rico, beberapa tahun ini naiknya elektabilitas Demokrat lebih dipengaruhi manuver kader berlambang mercy itu dengan mengkritik kerja kader PDIP yang ada di eksekutif.

"Cara Demokrat menaikkan elektabilitas sedikit banyak dengan dekonstruksi terhadap pekerjaan kader PDIP di eksekutif. Jadi saya agak ragu bisa terjalin kerja sama yang lebih mendalam," pungkas Rico.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya