Berita

pengamat politik Jamiludin Ritonga/RMOL

Politik

Jamiluddin Ritonga: Sulit Wujudkan Duet Anies-Puan di Pilpres 2024

RABU, 13 JULI 2022 | 03:11 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendorong Anies Baswedan dan Puan Maharani maju pada Pilpres 2024.

Merespons hal itu, pengamat politik Jamiludin Ritonga menganalisa peluang duet Anies-Puan akan sulit diwujudkan.

Menurut Jamiludin, ada dua penyebab utamanya, pertama Anies dan Puan sama-sama ingin posisi Capres. Tidak ada yang ingin menjadi Cawapres.


"Anies dengan segala kapasitas dan elektabilitasnya merasa layak menjadi Capres. Karena itu, tak sepantasnya ia menjadi Cawapresnya Puan yang kapasitas dan elektabilitasnya di bawah Anies," demikian pendapat Jamiludin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (12/7).

Kata Jamiludin, Puan dan PDIP sebagai pemenang Pileg 2019 merasa paling berhak menjadi Capres. PDIP, dianalisa Jamiludin akan punya argumentasi bahwa Anies layak jadi Cawapres karena tak memiliki partai.

Lebih lanjut Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta menjelaskan, alasan kedua, pendukung Anies dan Puan sangat berbeda.

Dalam bacaan Jamiludin, Anies yang didukung kalangan terdidik dan religius sangat tidak mendukung Puan. Sebaliknya, pendulung Puan yang umumnya nasionalis tampak menolak keras Anies.

"Jadi, pendukung Anies dan Puan yang sama-sama fanatik tampaknya sulit dipersatukan. Mereka ini tampaknya memang tidak menginginkan duet itu diusung pada Pilpres 2024," pungkas Jamiludin.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya