Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Yulian Gunhar/Net

Politik

Rusia Perketat Pasokan Gas ke Eropa, Momentum Indonesia Merebut Pasar Gas Eropa

SELASA, 12 JULI 2022 | 23:16 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kebijakan Rusia yang terus memperketat pasokan gas khususnya ke negara-negara Eropa, bisa jadi peluang besar bagi Indonesia untuk memasok kebutuhan gas di kawasan itu.

Argumentasinya, Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan gas, bahkan Indonesia sendiri memiliki target 12 BSCFD pada tahun 2030.

Menurut anggota Komisi VII DPR RI Yulian Gunhar, Indonesia berpeluang merebut pasar energi Eropa, seperti gas yang saat ini tengah dibayangi penghentian pasokan dari Rusia, sebagai dampak sanksi yang dijatuhkan negara-negara Barat terhadap negeri beruang merah tersebut.


Bagi Politisi PDI Perjuangan itu, Indonesia harus bisa secepatnya mengambil peluang sebagai pemasok energi seperti gas yang dibutuhkan negara Eropa.

"Apalagi ke depannya, negara Uni Eropa ingin mengurangi ketergantungannya terhadap pasokan gas dari Rusia yang mencapai 40 persen dari total kebutuhan kawasan tersebut," kata Yulian, Selasa (12/7).

Yulian menambahkan, situasi geopolitik di kawasan Eropa ini menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk merebut pasar gas.

Indonesia sendiri menurutnya berpotensi mengekspor Liquefied Natural Gas (LNG) ke Eropa, mengingat sampai semester I 2022, Indonesia telah memproduksi LNG sebanyak 42 kargo.

"Dari 42 kargo LNG yang dihasilkan Indonesia itu, digunakan untuk kebutuhan domestik  mencapai 27,4 kargo dan ekspor 14,6 kargo. Namun sampai pada Juni 2022, ternyata belum ada negara-negara Eropa yang melirik gas dari Indonesia itu," katanya.

Oleh sebab itu, Gunhar mendorong Kementerian ESDM dan SKK Migas pro aktif dalam menjaring pembeli dari Eropa. Mengingat Rusia terus menambah pengetatan pasokan gas ke beberapa negara Uni Eropa.

"Dengan keberhasilan mengambil pasar energi di negara-negara Barat, maka Indonesia berpeluang menambah pendapatan nasional yang dibutuhkan bagi pemulihan ekonomi pasca pandemi," pungkasnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya