Berita

Pelaku penembakan mantan perdana menteri Jepang, Shinzo Abe, dibekuk ditempat kejadian/Net

Dunia

Yamagami, Pembunuh Shinzo Abe yang Gunakan Senjata Hasil Rakitan

SABTU, 09 JULI 2022 | 14:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Publik Jepang dan juga para pemimpin dunia masih sangat kehilangan sosok Shinzo Abe, mantan perdana menteri Jepang yang meninggal dunia pada Jumat (8/7).

Lima jam setelah dua peluru menghantam dadanya, Abe  meninggal dunia, menyisakan tanya tak berkesudahan tentang sistem keamanan Jepang serta 'bagaimana bisa si penembak yang terlihat sederhana ternyata sanggup menghabisi nyawa Abe hanya dengan senjata buatan.

Tersangka, laki-laki berusia 41, sekilas nampak seperti masyarakat biasa. Pada saat kejadian, dia berada tidak jauh dari lokasi Abe menyampaikan pidatonya di dekat Stasiun Yamato-Saidaiji di Kota Nara, Jepang, Jumat (8/7).


Polisi yang kemudian melakukan investigasi mengatakan, tersangka, bernama Yamagami Tetsuya itu memegang benda hitam kotak besar dengan dua barel.

Yamagami mengaku itu adalah senjata buatan tangan.

Petugas polisi senior di wilayah barat Nara, mengatakan kepada wartawan, "Itu pernyataan tersangka, dan kami telah menentukan bahwa pistol itu jelas-jelas memang buatan tangan. Tetapi kami masih terus mempelajarinya."

Yamagami juga mengaku telah bekerja untuk Pasukan Bela Diri Maritim - angkatan laut Jepang - selama tiga tahun, dimulai sejak 2002. Polisi sementara sedang menyelidiki kebenaran pengakuannya.

Yamagami yang menjawab dengan tenang semua pertanyaan polisi, mengaku tidak puas dengan kepemimpinan Abe dan mengetahui tentang kunjungan Abe secara online.

Yamagami tinggal di kota Nara, di mana dia menembak Abe. Ia mengaku terkait dengan sebuah organisasi. Polisi mengatakan tidak jelas apakah “organisasi tertentu” yang disebutkan oleh tersangka benar-benar ada, menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung, tetapi beberapa media Jepang menggambarkan organisasi tersebut sebagai kelompok agama.

Menurut laporan The Japan Times, Yamagami bukanlah 'orang politik' Dia juga telah berhenti dari pekerjaannya di sebuah perusahaan manufaktur pada Mei karena alasan kesehatan setelah bekerja di sana sejak 2020, dan hingga saat ini belum bekerja kembali.

Penembakan senjata di Jepang jarang terjadi dan penembakan massal tidak pernah terdengar karena undang-undang senjata yang ketat. Yamagami mengaku senjata yang digunakannya adalah buatan tangan. Polisiyang memeriksnaya meyakini itu walaupun masih terus dilakukan penyelidikan.

Pistol itu, nampak seperti dirakit menggunakan dua pipa. Suara tembakan yang ditimbulkannya mirip dengan ledakan.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya