Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono/Net

Politik

Eks PM Jepang Ditembak, Komisi I DPR Minta Pengamanan Pejabat Indonesia Dievaluasi

SABTU, 09 JULI 2022 | 13:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR RI mendorong evaluasi pengamanan para pejabat dan mantan pejabat tinggi negara Indonesia seiring tragedi penembakan mantan PM Jepang, Shinzo Abe.

Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono mengingatkan, pengamanan pejabat dalam negeri harus tetap proporsional dan terukur agar tidak timbul kesan arogan terhadap rakyat.

“Perlu penguatan dalam pelaksanaan agar jangan sampai kecolongan. Tetapi, pelaksanaan harus proporsional agar jangan arogan,” kata Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (9/7).


Di Indonesia, sudah ada regulasi yang mengatur soal pengamanan mantan pejabat tinggi negara, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59/2013 tentang Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden, Mantan Presiden dan Mantan Wakil Presiden Beserta Keluarganya.

Meski demikian, evaluasi demi evaluasi harus tetap dilakukan, mengingat Indonesia juga pernah mengalami pengalaman tak mengenakan saat mantan Menko Polhukam, Wiranto ditusuk orang tak dikenal pada tahun 2019 silam di Banten.  

“Di Indonesia juga sudah ada beberapa kali ancaman dan serangan fisik kepada pejabat negara, Pak Wiranto alhamdulilah selamat dari serangan tersebut,” tutur politisi Golkar ini.

“Pejabat negar wajib dekat dengan rakyatnya, akan tetapi keamanannya harus terjamin,” pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya