Berita

Ketua Umum Partai Demokrat AHY beserta istrinya saat bertandang ke rumah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto/Net

Politik

Posisi Belum Aman, AHY Bakal Bidik Golkar jika Gagal Berkoalisi dengan Nasdem

SABTU, 09 JULI 2022 | 05:22 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Posisi politik Partai Demokrat dinilai belum aman untuk menghadapi pertarungan pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang. Sadar dengan posisi itu, menggandeng Partai Golkar bisa dianggap alternatif poros yang kuat .

Analisa politik itu disampaikan Direktur Eksekutif Lanskap Politik Indonesia (LPI), Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (9/7).

Menurut Andi, peta koalisi Pilpres masih dalam kondisi sangat cair. Berbagai dinamika politik yang saat ini terjadi merupakan hal waja dalam menghangatkan mesin politik menyambut momentum Pilpres.


"Artinya akan ada perubahan perubahan yang bakal terjadi: terkecuali KIB yang hampir pasti tetap utuh bahkan kemungkinan akan bertambah anggotanya, sementara koalisi gerindra-PKB dan koalisi PKS-PKB bisa jadi bakal bubar dalam waktu dekat, " demikian kata Andi.

Bagi Andi, koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia (Gerindra-PKB) dimunculkkan hanya untuk cek ombak kepada masyarakat. Selain itu, juga untuk meningkatkan posisi tawar diantara Partai lainnya.

Sejauh ini, Andi membaca Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedang berusaha mencari partner yang jelas. Apalagi, sampai saat ini belum ada satupun partai yang jelas bakal menjadi kawan koalisi.

"Bidikan ke Golkar bisa jadi sebagai alternatif jikalau Demokrat gagal berkoalisi dengan Nasdem, " pungkas Dosen Universitas Nasional (Unas) ini.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya