Berita

Orang-orang mengantre di tempat pengujian virus corona di Beijing pada 2 Juli 2022/Net

Dunia

Untuk Pertama Kalinya Beijing Wajibkan Bukti Vaksinasi Covid-19 sebagai Syarat Masuk ke Fasilitas Umum

JUMAT, 08 JULI 2022 | 12:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintahan Kota Beijing akhirnya mengeluarkan peraturan wajib vaksin sebagai syarat untuk masuk ke tempat-tempat umum di kota itu, menjadikannya sebagai kota pertama di China yang memberlakukan aturan tersebut.

Dalam pengumumannya, pejabat kesehatan kota dalam jumpa pers Rabu (6/7) mengatakan bahwa peraturan tersebut akan mulai berlaku pada Senin (11/7) waktu setempat.

Nantinya, siapa pun yang ingin memasuki berbagai tempat umum di ibukota China, termasuk bioskop, perpustakaan, museum, gym, stadion, dan pusat pelatihan harus menunjukkan bukti vaksinasi sebagai syarat.


"Orang yang 'tidak cocok' untuk vaksinasi akan dibebaskan dari persyaratan," pejabat tersebut menambahkan, tanpa menjelaskan bagaimana mereka dapat memberikan bukti pengecualian.

Juga masih belum jelas bagaimana orang yang menerima vaksinasi di luar negeri dapat memenuhi persyaratan tersebut. Mengingat sistem kode kesehatan China - yang digunakan untuk menunjukkan bukti vaksinasi - saat ini tidak mengenali vaksin asing, dan mereka yang disuntik di luar negeri belum bisa mendaftarkan vaksinasi mereka.

"Tempat-tempat yang memiliki kapasitas terbatas atau membutuhkan reservasi diwajibkan untuk memprioritaskan masuknya pelanggan yang divaksinasi.

Warga lanjut usia yang mengunjungi tempat-tempat yang menawarkan kegiatan khusus untuk orang tua, seperti pusat rekreasi dan ruang permainan, harus divaksinasi sesegera mungkin," kata pejabat itu.

Mandat vaksin datang ketika Beijing melaporkan tiga kasus subvarian BA.5.2 Omicron, yang sangat menular dan mampu lolos dari antibodi. Wabah subvarian baru telah menyebabkan penutupan kota barat laut Xi'an, di mana tempat hiburan, olahraga dan keagamaan telah ditutup, dan restoran terbatas untuk layanan takeaway dan pengiriman hingga Rabu pekan depan.

Pihak berwenang China telah meningkatkan upaya untuk meningkatkan tingkat vaksinasi, terutama di kalangan penduduk lanjut usia, sejak Omicron menyebabkan wabah berturut-turut tahun ini.

Di Beijing, penduduk sudah diharuskan menunjukkan bukti tes Covid-19 negatif yang diambil dalam waktu 72 jam untuk memasuki semua tempat umum.

Kota ini juga mewajibkan orang-orang yang bekerja di bidang pencegahan dan pengendalian epidemi, perawatan kesehatan, transportasi umum, pengiriman, dan sektor berisiko tinggi lainnya untuk divaksinasi sepenuhnya.

Pada Januari, 98 persen dari lebih dari 20 juta penduduk Beijing telah divaksinasi lengkap, termasuk 12 juta orang yang telah menerima suntikan booster, menurut pernyataan pemerintah.

Keputusan pemerintah kota Beijing menjadikan vaksinasi sebagai syarat untuk memasuki fasilitas umum menimbulkan riak di media sosial. Warganet dengan cepat menunjukkan bahwa mandat vaksin tampaknya bertentangan dengan pedoman otoritas kesehatan nasional bahwa vaksinasi harus bersifat sukarela.

"Kapan vaksinasi sukarela menjadi wajib?", kata sebuah komentar di Weibo, platform mirip Twitter di China.

September lalu, Komisi Kesehatan Nasional mengatakan bahwa membatasi pergerakan seseorang hanya karena status vaksinasi dengan tujuan meningkatkan kampanye inokulasi adalah sebuah kesalahan, dan bahwa kebijakan semacam itu harus diperbaiki tepat waktu.

"Vaksinasi Covid-19 harus didasarkan pada prinsip-prinsip persetujuan, dan (bersifat) sukarela," kata Wu Liangyou, wakil kepala komisi, dalam konferensi pers.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya