Berita

Sidang kasus Habib Bahar Bin Smit di PN Bandung/RMOLJabar

Hukum

Jadi Saksi Persidangan, Fadli Zon Tegaskan Isi Ceramah Habib Bahar Soal Peristiwa KM 50 Bukan Kebohongan

JUMAT, 08 JULI 2022 | 07:32 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Isi ceramah Habib Bahar bin Smith soal kematian 6 Laskar FPI bukan sebuah kebohongan. Setidaknya itu yang ditegaskan anggota DPR RI Fadli Zon saat menjadi salah satu saksi dalam lanjutan sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kamis (7/7).

Habib Bahar diseret ke meja hijau karena isi ceramahnya yang dianggap menyebar berita bohong. Dalam dakwaan jaksa, Habib Bahar menyebutkan enam laskar FPI dibantai, disiksa, dikuliti, dicopot kukunya, hingga dibakar kemaluannya.

"Yang disampaikan Habib Bahar mendekati kebenaran terkait fakta-fakta jenazah korban KM 50," ucap Fadli Zon di persidangan, seperti dikutip Kantor Berita RMOLJabar.


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu kemudian bercerita saat dirinya ikut membantu proses pemulangan jenazah 6 Laskar FPI ke pihak keluarga.

Fadli Zon diminta oleh Habib Rizieq untuk membantu proses pemulangan jenazah di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur. Karena pihak keluarga menginginkan membawa pulang jenazah, agar hak-hak mereka sebagai seorang muslim bisa terpenuhi.

"Saya membantu proses mengeluarkan enam jenazah yang wafat masih berada di rumah sakit. Saya sebagai anggota DPR mempunyai kewajiban kepada masyarakat," tutur Fadli Zon.

Fadli Zon mengaku melihat langsung kondisi jenazah Andri Oktiawan (33) salah satu anggota Laskar FPI yang tewas dalam peristiwa KM 50.

"Saya melihat secara langsung, ada yang motret dan memperlihatkan bagian luka dan bekas peluru," paparnya.

"Saya bukan ahli. Di situ banyak sekali luka lebam, di mata kirinya jenazah luka, ada beberapa jaitan di bagian tubuh, kemudian luka memar, tadinya tidak terlihat sebelum dimandikan," imbuhnya.

Habib Bahar kemudian menanyakan kepada Fadli Zon soal kondisi jenazah lima anggota Laskar FPI lainnya. Menurutnya, ada foto-foto yang beredar soal kondisi jenazah tersebut.

Fadli Zon mengaku dirinya juga mengetahui soal foto-foto jenazah lainnya yang kondisinya juga sama dengan jenazah yang dilihatnya.

"Saya juga sudah melihat foto-foto itu, dari video yang ada, kurang lebih sama terhadap jenazah lain, ada dugaan penyiksaan, luka-luka, lebam dan lainnya," jelasnya.

"Anda lihat tidak yang diduga dicopot kukunya?" tanya Bahar.

"Tidak secara langsung," jawab Fadli.

"Anda lihat foto yang kuku dicabut?" tanya Bahar lagi.

"Kalau tidak salah pernah. Saya tidak hapal, tetapi kalau tidak salah di antara foto itu seperti kukunya tidak ada," kata Fadli lagi.

"Apakah melihat foto yang kemaluannya dibakar? Kulit terkelupas selain saksi yang Anda lihat?" tanya Bahar lagi.

"Iya lihat," jawab Fadli.

"Ketika Anda melihat itu, kemaluan dibakar, kulit terkelupas, kuku copot, itu sama seperti yang saya sampaikan di ceramah. Saya bohong tidak?" kata Bahar.

"Menurut saya tidak bohong," jawab Fadli.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya