Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 08:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mayoritas bursa saham Asia dibuka melemah pada perdagangan awal Senin, 2 Februari 2026, dipicu sikap hati-hati pelaku pasar saat menunggu rilis data aktivitas pabrik swasta China untuk Januari 2026.

Indeks ASX 200 Australia terpantau turun 0,57 persen dan masih melemah 0,55 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi sempat anjlok lebih dari 2,5 persen saat pembukaan, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq terperosok hingga 3 perden. 

Pada perkembangan berikutnya, Kospi tercatat turun 0,62 persen ke level 5.191,88. Sebaliknya, bursa Jepang justru menguat, dengan Nikkei 225 melonjak 1,72 persen ke 54.218,41 dan Topix naik 0,52 persen. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 27.330, lebih rendah dibanding penutupan terakhir indeks acuannya.


Sentimen negatif pasar Asia juga dipicu oleh kejatuhan tajam harga logam mulia. Harga perak rontok sekitar 30 persen pada Jumat lalu, mencatatkan penurunan harian terburuk sejak 1980, setelah sebelumnya melonjak lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir. Harga emas turut ambles sekitar 9 persen.

Di tanah air, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat, meski tekanan jual asing masih membayangi. Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 1,18 perssn ke level 8.329,60, namun secara mingguan masih turun tajam 6,94 persen. 

Sejumlah analis menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan technical rebound pada pekan ini, meski sentimen negatif terkait MSCI dan ancaman downgrade masih menjadi bayang-bayang. Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji level 8.500 pada awal pekan, dengan target lanjutan menuju 9.000.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya