Berita

Syahganda Nainggolan dalam diskusi DPD RI bertajuk “Dialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan” pada Selasa (28/6)/Repro

Politik

Syahganda: Penguasa Adudomba Rakyat dan Anak-Cucunya jadi Pejabat, Itu Watak Kolonial!

SELASA, 28 JUNI 2022 | 18:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Situasi Indonesia dewasa ini tak ubahnya seperti zaman kolonialisme Belanda saat menjajah Indonesia puluhan tahun silam. Hal itu setidaknya tercermin dari watak penguasa yang menunjukkan persis kolonial.

Demikian disampaikan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dalam diskusi publik DPD-RI bertajuk “Dialog Kebangsaan Koalisi Rakyat untuk Poros Perubahan” pada Selasa (28/6).

“Demokrasi kita tidak punya kemakmuran untuk rakyat dan rakyat dipelihara kemiskinannya untuk kita terus berada di situasi kolonialisme. Dan kita diadu domba persatuannya. Dengan istilah-istilah kadrun cebong dll supaya apa? Supaya devide et impera sampai sekarang tetap berlangsung. Inilah situasi kita,” kata Syahganda.


Ia menyesalkan watak penguasa yang cenderung bersikap layaknya kolonialisme gaya baru. Antara lain dengan menunjukkan sikap kolutif lantara hanya memikirkan dirinya dan keluarganya serta para kolega.

“Tidak ada perubahan dari dulu, karena apa? karena semua orang-orang yang berkuasa selalu dalam konteks feodalismenya hanya bagaimana memikirkan dirinya anak-anaknya, cucu-cucunya, istrinya, keluarganya, untuk jadi Bupati, Gubenur, Presiden pengen anaknya jadi Bupati Walikota dll,” sesalnya.

“Mereka tidak pernah memikirkan rakyat. Inilah problem strukturalnya,” imbuh Syahganda menyesalkan.

Atas dasar itu, Syahganda menegaskan bahwa perubahan mesti terus diperjuangkan dengan serius. Bukan justru penguasa yang terus mengadudomba rakyat dan melahirkan oligarki.  

“Inilah kenapa kita tetap butuh istilah perubahan. Kita butuh perubahan,” tegasnya.

Syahganda menambahkan, Proklamator Soekarno pernah mengatakan dalam Sidang Landraad di Bandung pada pertengahan 1930 saat dia dipenjara. Soekarno bilang  Tuan-Tuan Hakim, Oligarki-Ogarki itu, Kaum saudagar-saudagar Belanda, Eropa, Inggris, Prancis yang datang ke Indonesia mereka merampok membawa semua mengendalikan”.

Menurut Syahganda, dalam konteks kekinian, pemerintahan kolonial dan oligarki-oligarki yang sama mengendalikan pemerintahan yang ada sekarang.

“Ini teori post kolonialisme. Jadi bukan bohong-bohongan,” ungkapnya.

“Prof Edward Said yang mengatakan bahwa kolonial ini menstigma rakyat itu bodoh dan mereka akan terus berbuat. Sama kayak sekarang rakyat diadudomba kadrun-cebong radikal-radikul, rakyat ditangkep-tangkepin supaya apa? Supaya rakyat jadi penakut dan mereka terus mengeruk batubara, sawit, kayu-kayu dari Sumatera Selatan,” demikian Syahganda.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya