Berita

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun/RMOL

Politik

Problem Besar Anies adalah Tiket Capres, Parpol Serius Mendukung atau Cuman Nebeng Elektabilitas?

SELASA, 28 JUNI 2022 | 14:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Satu problem yang mengganjal masih menghantui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam hal merealisasikan peluangnya sebagai calon presiden (Capres) 2024.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun tak memungkiri potensi dan peluang Anies sebagai Capres 2024 sudah kelihatan, setidaknya sejak memenangkan pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada tahun 2017 lalu.

"Pak Anies Baswedan ini rekam jejaknya sudah layak masuk dalam kategori Capres. Pernah menjadi menteri pendidikan dan kini kepala daerah. Kapabilitas komunikasi publik juga tidak perlu diragukan," ujar Rico kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/6).


"Tahun 2017 lalu beliau berhasil mengalahkan petahana di DKI Jakarta. Artinya semangat juang juga ada," sambungnya.

Namun di samping itu, yang namanya usung mengusung figur sebagai Capres diperlukan dukungan dari partai politik (Parpol). Hal inilah yang menurut Rico menjadi masalah utama Anies Baswedan.

"Problem paling besar dari beliau sekarang adalah tiket partai," imbuhnya menegaskan.

Jika melihat sejumlah simulasi pemilihan baik melalui survei maupun poling, secara konsisten Anies selalu masuk dalam 3 besar alias top three.

"Tapi tiket Parpol ini seperti kotak gelap yang ada dalam pintu terkunci, benar-benar kurang jelas," tuturnya.

Maka dari itu, Rico mempertanyakan komitmen Parpol yang belakangan muncul sebagai bagian dari unsur yang akan mendukung Anies maju sebagai Capres 2024.

"Apakah Parpol-Parpol yang selama ini katanya mendukung Anies itu benar-benar serius atau tidak? Ataukah Anies hanya dijadikan alat pendongkrak elektabilitas bagi parpol, coattail effect?" tandas Rico.

Analisis Rico Marbun soal peluang dan tantangan sosok Anies Baswedan ini merupakan bagian dari tanggapan terhadap hasil poling RMOLVote yang diselenggarakan selama dua pekan sejak Senin (13/6) hingga ditutup pada Senin (27/6) per pukul 00.00 WIB.

Dalam poling tersebut Anies menempati urutan ketiga dengan perolehan 10.162 dukungan atau 14,59 persen. Sementara di posisi kedua ada nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang mendapat 10.548 dukungan atau 15,14 persen.

Sementara di urutan pertama ada Ketum Partai Demokrat Agus Harimurthi Yudhoyono dengan jumlah sebanyak 13.267 dukungan atau 19,05 persen dari total dukungan masuk sebanyak 82.093 dukungan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya