Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri/Net

Politik

Unggulan Kedua Polling "9 Capres 2024", Peluang Firli Bahuri Masuk Bursa Capres dan Cawapres Terbuka Lebar

SELASA, 28 JUNI 2022 | 11:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Peluang Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri untuk masuk edar capres-cawapres para Pilpres 2024 dianggap terbuka lebar. Apalagi, jika Firli mampu segera menangkap banyak buronan KPK.

Hal itu disampaikan oleh Peneliti Senior Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata menanggapi hasil polling yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Politik RMOL melalui RMOL Vote dengan tajuk "9 Capres 2024" yang menunjukkan hasil bahwa Firli berada diurutan kedua di bawah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam polling yang diselenggarakan selama dua pekan ini, Firli memperoleh 10.548 dukungan atau 15,14 persen dari total 82.093 dukungan.


"Peluang Firli untuk masuk edar capres-cawapres pada Pilpres 2024 masih terbuka terbuka lebar," ujar Dian kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/6).

Namun kata Dian, KPK saat ini banyak utang yang harus segera diselesaikan. Salah satunya, utang untuk menangkap buronan, termasuk buronan Harun Masiku yang merupakan mantan caleg dari PDI Perjuangan.

"Penemuan Harun Masiku dapat dikapitalisasi oleh Firli. Firli dipastikan mendapatkan dukungan publik berupa vote electoral. Maka penemuan tersebut bak bisa dikatakan sebagai penemuan harta karun," katanya.

Bahkan, lanjutnya, jika Harun Masiku dapat segera ditangkap, akan membuat jalan Firli mulus mendekati partai pengusung.

"Majunya Firli otomatis merubah peta politik elektoral 2024. Termasuk di dalamnya sebagai ancaman oligarki," katanya.

"Karena itu, untuk mewujudkannya, Firli harus kerja keras dan cepat. Jika tidak, maka momentum Pilpres 2024 akan lewat begitu saja," pungkas Dian.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya