Berita

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno/Net

Politik

Direktur PPI: Surya Paloh Sedang Berparadoks Belum Tentu Mengusung Anies

KAMIS, 16 JUNI 2022 | 21:50 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh sedang berparadoks lantaran tidak menjadikan hasil voting mayoritas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) sebagai penentu pemilihan tiga bakal calon presiden 2024 yang akan diusungnya.

Begitu pemaknaan komunikasi politik Surya Paloh yang dibaca Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (16/6).

Adi mengatakan, Surya Paloh terlihat bertentangan dengan hasil voting 34 DPW Nasdem yang mayoritas memilih Anies Baswedan, dengan menyatakan bahwa hasil voting DPW bukan jadi tolak ukur dalam menentukan tiga bakal capres pilihan Nasdem.


"Paradoks ya. Karena di satu sisi DPW-DPW ingin Anies tapi Pak Surya Paloh tidak menjamin (Anies) bakal dijadikan bakal capres," ujar Adi.

Pertimbangan Surya Paloh sehingga harus berparadoks, menurut Adi adalah karena dua hal. Pertama menjaga pemilihnya untuk tetap mendukung Nasdem pada Pemilu Serentak 2024 nanti.

"Pastinya Nasdem ingin menjaga suasana batin politiknya kondusif, terutama bagi pemilihnya yang selama ini banyak berjarak dan sangat keras dengan Anies efek pembelahan Pilkada 2017. Kan salah satu yang keras melawan Anies itu adalah ] basis pemilihnya Nasdem," tuturnya.

Kemudian pertimbangan kedua Surya Paloh adalah terkait dengan hubungannya dengan Presiden Joko Widodo.

"Tentu soal psikologi politiknya dengan Jokowi. Kan sangat kelihatan sekali (Nasdem) kubu pemerintah, dan istana sangat anti dengan Anies, kok ini tiba-tiba muncul dalam Rakernas mereka, tentu tidak bagus dalam psikologi politik ya," katanya.

"Makanya wajar, bisa dipahami kalau kemudian hasil suara DPW itu langsung direspon Pak Paloh, karena ingin menjaga kondusif hubungannya dengan Pak Presiden dan basis konstituennya Nasdem," tandas Adi.

Di sela-sela penyelenggaraan Rakernas Partai Nasdem hari ini, Surya Paloh menanggapi hasil voting 34 DPW Partai Nasdem yang hasilnya mengarah kepada Anies Baswedan yang memperoleh 32 suara.

Sementara di posisi kedua ada nama Ganjar Pranowo yang memperoleh 29 suara. Kemudian disusul Erick Thohir 16 suara, Rachmat Gobel 14 suara, serta Jendral Andika Perkasa 13 suara.

Sury Paloh menyatakan dua nama figur yang mendapat voting paling banyak, yakni Anies dan Ganjar, belum tentu dipilihnya menjadi bakal capres 2024.

"Belum tentu. Karena pada dasarnya pembobotan yang kita lakukan itu sama, siapapun itu," demikian Surya Paloh sat diwawancarai wartawan di sela kegatan Rakernas di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (16/6).

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya