Berita

Ketua DPP PAN Bima Arya memberikan keterangan pers di DPP PAN/RMOL

Politik

PAN Bocorkan Kriteria Sosok Capres yang Bakal Diusung

SELASA, 14 JUNI 2022 | 18:04 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Partai Amanat Nasional (PAN) membeberkan kriteria atau syarat yang harus dimiliki calon presiden (capres) yang nantinya akan diusung oleh partai berlambang matahari ini dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Pertama, capres PAN harus seorang nasionalis dan religius. PAN sebagai partai tengah memiliki landasan moral agama, ini penting bagi PAN," kata Ketua DPP PAN Bima Arya di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Selasa (14/6).

Bima Arya menegaskan capres yang tidak nasionali pasti tidak diusung oleh PAN. Kriteria kedua, Bima menyebut kandidat yang akan diunsung PAN harus memiliki track record kepemimpinan yang benar dan dibuktikan dengan hasil kerja serta bersih dari kasus korupsi.


"Kedua, kami tidak mau capres kami ini kaleng-kaleng, jadi harus memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat tidak ujuk-ujuk saja. Rekam jejak pemerintahan, bisa di legislatif, bisa di eksekutif, bisa juga kepala daerah. Tapi kokoh rekam jejaknya, memiliki prestasi dan diakui dan dihormati ada karya nyata," kata Bima Arya.

Selanjutnya, Bima menyebut kriteria ketiga yakni tokog tersebur harus berpihak pada generasi muda, sebab kemungkinan besar presiden yang terpilih akan memimpin Indonesia lebih dari 5 tahu.

"Bicara presiden yang mungkin akan memimpin bangsa ini tidak mungkin hanya 5 tahun, ini kita bicara presiden yang akan mengantarkan bangsa ini memasuki babak baru di mana regenerasi akan terus berjalan. Karena itu capres dari PAN yang akan diusulkan di koalisi haruslah yang berpihak pada kelanjutan generasi," kata Bima.

Point ke empat, Bima Arya menyebut capres yang diusung PAN nantinya harus memiliki semangat inovasi dan kolaborasi.

"Capres kami haruslah punya semangat inovasi dan kolaborasi. Jadi pemimpin hari ini harus terampil plus melakukan perubahan inovasi. Jadi capres kami haruslah inovator dan kolaborator jadi mampu membangun jejaring, mampu untuk fokus kepada riset, inovasi," kata Bima.

Kriteria terakhir, capres yang diusung PAN harus mengedapankan produk dalam negeri untuk bersaing di kancah internasional.

"Terkahir, kita ingin sekali agar capres kita ini kuat. Tidak hanya secara global, tapi juga lokal. Memliki prespektif nusantara, semangat untuk memajukan kebudayaan lokal, produk lokal, kemajuan ekonomi dengan berbasiskan kebudayaan. Capres kita ini harus nusantara, harus cinta produk lokal," kata Bima.

Seperti diketahui, Partai Amanat Nasional (PAN) akan menjaring nama-nama kader dan tokoh politik lain jelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan diselenggarakan pada akhir Agustus 2022.

Proses penjaringan nama kader itu dinamakan dengan "PAN Memilih".

"Terhitung hari ini tanggal 14 Juni 2022 hari Selasa hingga 26 Agustus 2024, PAN menyelenggarakan event internal partai yang diberi judul PAN Memilih. Kami ingin menjaring nama-nama Capres dan Cawapres," kata Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno di Kantor DPP PAN.

Dari nama-nama yang diusung pengurus di daerah, mengerucut pada 6 nama yang akan menjadi Capres-Cawapres PAN di Rakernas nanti.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya