Berita

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra/Net

Politik

Sudah Muncul 2 Kubu Koalisi, Demokrat: Jangan Ada Pihak Paksakan Kehendak Munculkan Calon Boneka

SENIN, 13 JUNI 2022 | 02:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menyikapi kemunculan koalisi semut merah yang terdiri dari PKB dan PKS, Partai Demokrat menyatakan dukungan politiknya. Partai Demokrat mengambil sikap mendukung seluruh upaya membangun koalisi untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Bagi Partai Demokat, semakin banyak koalisi yang terbentuk untuk menghadapi pemilihan presiden (Pilpres) di tahun 2024 mendatang, akan membuat wajah politik Indonesia semakin baik.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengingatkan agar tidak ada pihak yang memaksakan kehendak untuk memunculkan dua calon presiden. Pihaknya mewanti-wanti jangan sampai dalam Pilpres mendatang justru yang muncul adalah calon boneka.


"Janganlah ada pihak-pihak yang memaksakan maksimal hanya dua calon yang bertarung, apalagi satu calon utama, dan satu calon boneka," demikian kata Herzaky, Minggu (12/6).

Menurut Koordinator Jurubicara Partai Demokrat ini, negara harus memberi  ruang terbuka untuk semua. Selain itu, negara harus memastikan proses kompetisi dan kontestasinya berjalan dengan fair.

Ia tidak ingin ada kekuatan rezim justru memotong proses demokrasi dan pesta rakyat dalam menentukan pemimpinnya di tahun 2024 mendatang.

"Agar semakin banyak pilihan pemimpin yang berkualitas untuk rakyat dan meminimalisir potensi polarisasi," terang pria yang karib disapa Zaky ini.

Sebelumnya Partai Golkar, PAN dan PPP sudah terlebih dahulu menginisiasi kelompok koalisi yang bernama Koalisi Indonesia Bersatu.

Koalisi ini dibentuk untuk menemukan frame koalisi yang dibangun atas dasar gagasan dalam membangun Indonesia. Termasuk, KIB dibentuk untuk mengusung pasangan yang nantinya tidak akan mengeksploitasi hal-hal yang bermuatan SARA.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya