Berita

Wakil Ketua Fraksi Nasdem Willy Aditya/Net

Politik

Soal Gabung Koalisi PKB-PKS, Nasdem Pilih Fokus Urus Rakernas

SABTU, 11 JUNI 2022 | 05:11 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Politisi Partai Nasdem merespons santai terkait diinisiasianya koalisi PKB dan PKS yang dikenalkan sebagai Koalisi Semut Merah dalam menghadapi gelaran pemiihan presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Willy Aditya mengatakan bahwa pada prinsipnya, pembentukan koalisi apapun sifatnya sah-sah saja. Menurutnya, wajar kalau setiap partai sudah memikirkan langkah-langkah politiknya.

"Meskipun kita tahu, politik bukan sekadar itu. Tapi karena alam politik kita seperti ini jadi ya wajar saja kalau fenomenanya seperti itu," demikian kata Willy, Sabtu (11/6).


Lebih lanjut Wakil Ketua Baleg DPR RI ini menekankan bahwa yang paling penting dari alasan membangun koalisi adalah karena dasar pemikiran dan kepentingan yang lebih strategis.

"Nasdem sendiri belum memutuskan akan membangun koalisi dengan partai mana. Nanti pasca Rakernas yang akan digelar pertengahan bulan ini mungkin akan ditentukan dengan siapa kita akan membangun koalisi," pungkasnya.

Ditanya apakah berminat akan gabung dengan PKB dan PKS, Willy memastikan bahwa Partai Nasdem lebih fokus pada agenda menyukseskan Rakernas.

"Nasdem sejauh ini masih fokus pada Rakernas untuk mengumuman 3 nama, setelah itu baru kita akan membahas koalisi," pungkas Willy.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya