Berita

Halal bihalal JMSI akan mengupas konstalasi politik dan tantangan pers pada Pemilu 2024/Repro

Politik

Halal Bihalal JMSI akan Bongkar Konstelasi Politik Terkini

RABU, 08 JUNI 2022 | 22:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Hiruk pikuk politik 2024 telah dirasakan masyarakat sedari kini, meski pencoblosan baru akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 atau sekitar 20 bulan lagi.

Harapan besar dari seluruh elemen bangsa terhadap Pemilu Serentak 2024 begitu besar, terutama untuk kemajuan demokrasi di Indonesia.

Dalam beberapa minggu pasca Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, publik disajikan dengan beragam pemberitaan tentang manuver sejumlah elite partai politik (paprol).


Teranyar, ada 3 parpol yang menandatangani nota kesepahaman atau MoU untuk membentuk satu poros koalisi untuk menhadapi Pilpres 2024 yang diberi nama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Poros koalisi yang diisi oleh Partai Golkar, PAN, dan PPP ini mengusung strategi "Politik Gagasan" yang visi besarnya menginginkan kontestasi politik yang tak memberikan dampak perpecahan di antara masyarakat.

Di sisi yang lain, sejumlah elite parpol selain 3 parpol tersebut saling mengunjungi dan berkomunikasi untuk membuka peluang membentuk poros koalisi lain.

Peristiwa terakhir adalah pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, dengan Presiden RI ke-6 yang kini menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Yang tak kalah menarik, panggung politik jelang Pemilu Serentak 2024 juga diramaikan gimik-gimik politik yang dipertontonkan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang belakangan disebut-sebut telah pecah kongsi.

Terlepas dari dinamika politik terkini, membentuk koalisi merupakan satu hal yang mutlak dalam demokrasi Indonesia, mengingat Pasal 222 UU 7/2017 tentang Pemilu mensyaratkan parpol untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen kursi parlemen untuk mengusung capres dan cawapres.

Namun belajar dari pengalaman Pemilu Serentak 2019 silam, mayoritas publik menginginkan agar capres-cawapres yang tersaji di dalam menu Pilpres 2024 tidak hanya dua pasangan calon (paslon). Tapi, harapannya bisa 3 atau lebih paslon agar tidak terjadi polarisasi atau pembelahan di masyarakat.

Menariknya, gagasan 3 paslon tidak hanya menjadi konsen masyarakat umum atau elite politik semata, tapi juga oleh insan pers yang tergabung di dalam Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Salah satu realisasi sajian politik tanpa polarisasi untuk Pemilu Serentak 2024  diaplikasikan ke dalam sebuah acara diskusi publik bertajuk "Tantangan Pers Nasional di Tahun Politik Menuju Pemilu 2024", yang diselenggarakan secara hybrid dari Roemah Djan, Jalan Talang No. 3, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/6).

Dalam acara ini, JMSI akan mengupas tuntas konstelasi politik terkini menjelang Pemilu Serentak 2024, yang tujuannya bisa memberikan khazanah politik yang damai, mencerdaskan dan mempersatukan bangsa Indonesia.

Sejumlah narasumber yang dihadirkan di antaranya merupakan kepala lembaga yang memegang peranan penting dalam hal pers dan kepemiluan.

Mereka adalah Ketua Dewan Pers Prof. Azyumardi Azra, Ketua KPU RI Hasyim Asyari, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia, dan Ketua Dewan Kehormatan Pesatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Ilham Bintang.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya