Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Berkomplot untuk Kudeta dan Membunuh Ribuan Orang Kulit Hitam, Pendeta Kulit Putih di Afsel Divonis Bersalah

RABU, 08 JUNI 2022 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Afrika Selatan memvonis bersalah Harry Johannes Knoesen, seorang pendeta yang juga pemimpin Gerakan Perlawanan Kristen Nasional.

Pria berusia 61 tahun itu dinyatakan bersalah atas pengkhianatan tingkat tinggi, hasutan untuk melakukan serangan kekerasan, dan merekrut orang untuk melakukan serangan. Knoesen diduga merencanakan untuk menggulingkan pemerintah dan membunuh ribuan orang kulit hitam di negara itu.

Vonis pengadilan menyebutkan, Knoesen dan kelompoknya mengeksplorasi kemungkinan menggunakan senjata biologis untuk menginfeksi dan membunuh orang kulit hitam, termasuk meracuni reservoir air yang memasok komunitas kulit hitam.


Knoesen dihukum berdasarkan bukti dari saksi termasuk anggota kelompoknya yang sudah menjalani hukuman penjara setelah mereka dihukum karena kejahatan serupa.

Negara menuduh bahwa plot Knoesen dimotivasi oleh "pandangannya yang sangat rasial" dan bahwa dia berusaha untuk membenarkan keyakinannya atas dasar agama, mengklaim bahwa dia ditahbiskan untuk merebut kembali Afrika Selatan untuk orang kulit putih.

"Untuk tujuan ini, dia berencana menyerang institusi pemerintah dan lebih khusus lagi institusi polisi dan militer," kata Monica Nyuswa, juru bicara Otoritas Penuntutan Nasional, seperti dikutip dari The Associated Press, Selasa (7/6).

"Dia juga mengidentifikasi kotapraja dan pemukiman informal yang diduduki oleh orang kulit hitam Afrika Selatan sebagai target serangan," katanya.

Pengadilan Tinggi Middelburg juga memvonis Knoesen bersalah atas kepemilikan senjata api secara tidak sah.  Senjata dan amunisi ditemukan ketika dia ditangkap di Middelburg, sebuah kota kecil di provinsi Mpumalanga timur.

Knoesen diduga menggunakan platform media sosial Facebook untuk menghasut kekerasan terhadap orang kulit hitam dan merekrut mantan anggota militer Afrika Selatan untuk bergabung dengan gerakannya dan melakukan serangan yang direncanakan. Ini digagalkan ketika dia ditangkap pada November 2019 dan sel-sel di berbagai bagian negara dibongkar.

Dalam kesaksiannya, Knoesen mengaku berbagi "resep" untuk membuat bahan peledak dengan para pengikutnya di Facebook, menurut surat kabar Middelburg Observer.

Kasus Knoesen bukan yang pertama yang terungkap di Afrika Selatan.

Pada 2013, 20 anggota kelompok supremasi kulit putih sayap kanan yang dikenal sebagai Boeremag dijatuhi hukuman penjara karena merencanakan untuk membunuh presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan Nelson Mandela, menggulingkan pemerintah dan membunuh ribuan orang kulit hitam.

Mereka dijatuhi hukuman mulai dari lima hingga 35 tahun setelah persidangan pengkhianatan 10 tahun, salah satu yang terlama dalam sejarah negara itu.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya