Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengamat Senior: Ukraina Tidak Akan Menang Lawan Rusia, Amerika Harus Bujuk Kiev untuk Negosiasi

SELASA, 07 JUNI 2022 | 14:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Usaha keras Ukraina untuk tetap bertahan melawan serangan Rusia dikecilkan oleh pengamat senior Amerika Serikat Hugh De Santis.

Menurut pria yang pernah menjabat sebagai perencana kebijakan pengendalian senjata di Pemerintahan Ronald Reagan Ukraina tidak akan bisa menang melawan Rusia, dan AS harus membujuk Kiev untuk bernegosiasi dengan Moskow untuk mengakhiri konflik.

"Mengalahkan pasukan Rusia di medan perang dan memulihkan integritas teritorial Ukraina, termasuk merebut kembali Krimea, akan menjadi hukuman bagi invasi Rusia yang tidak beralasan,” tulis De Santis dalam opininya untuk majalah The National Interest baru-baru ini.


“Tetapi apakah itu sepadan dengan biaya pembantaian yang lebih besar di Ukraina, kemungkinan perang yang lebih luas di mana senjata kimia atau nuklir taktis dapat digunakan, gangguan lebih lanjut terhadap ekonomi dunia, dan polarisasi Eropa yang diperbarui?” tanyanya.

Menurut mantan pejabat Departemen Luar Negeri itu, jawaban atas pertanyaan tersebut adalah negatif.

“Kemenangan militer Ukraina tidak ada dalam kartu, dan hasil yang dinegosiasikan adalah satu-satunya tujuan yang realistis,” tegasnya.

"Karena itu, AS dan sekutunya harus membujuk Kiev untuk mengakhiri perang ini, termasuk dengan memberlakukan batasan pada bantuan militer lebih lanjut sebagai pengaruh,” saran De Santis.

Washington telah secara aktif mendukung Kiev selama konflik, memasoknya dengan senjata, dana, dan intelijen. Pada bulan Mei, Presiden AS Joe Biden menyetujui paket bantuan senilai 40 miliar dolar AS untuk Ukraina.

"Presiden Volodymyr Zelensky dan pendukungnya di Eropa Timur serta negara-negara Baltik harus menerima kenyataan bahwa Ukraina akan menjadi negara netral dan harus menyerahkan Donbass dan Krimea ke Rusia agar pembicaraan damai berhasil," kata De santis.

Pejabat tinggi AS dan Uni Eropa saat ini juga sedang mengidentifikasi negosiasi sebagai jalan keluar dari konflik sementara pasukan Rusia melanjutkan kemajuan mereka di Donbass.

Pekan lalu, ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, mengatakan bahwa “hasil yang dinegosiasikan adalah pilihan yang logis, tetapi kedua belah pihak harus sampai pada kesimpulan itu sendiri.”

Beberapa hari sebelumnya, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mendesak blok tersebut untuk meningkatkan pengiriman senjata ke Ukraina dan menerapkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia, tetapi menjelaskan bahwa itu harus dilakukan untuk membantu Kiev memperkuat posisinya dalam pembicaraan damai di masa depan dengan Moskow.

Lebih dari sebulan yang lalu, Borrell bersikeras bahwa perang harus dimenangkan di medan perang oleh Ukraina.

Rusia menyerang Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev untuk menerapkan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass di Donetsk dan Luhansk. 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya