Berita

Gepard/Net

Dunia

Khawatir Ukraina Terlalu Percaya Diri, Alasan Jerman Ragu Kirim Tank ke Kiev

SELASA, 07 JUNI 2022 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jerman ragu-ragu untuk mengirim tank ke Ukraina di tengah pertempuran melawan invasi Rusia. Ada 'alasan historis' yang mendasari keragu-raguan itu, kata sumber pemerintah kepada majalah Der Spiegel.

Menurut pejabat yang tidak disebutkan namanya, pemerintahan Kanselir Olaf Scholz khawatir Kiev akan menjadi lebih percaya diri saat menerima bantuan itu dan akhirnya akan meluncurkan serangan balik ke wilayah Rusia.

"Ketakutan bahwa persenjataan Jerman dijadikan untuk menyerang Rusia menyoroti ketidakpercayaan tertentu di Berlin terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dan itu juga merupakan alasan mengapa industri pertahanan di Jerman belum diizinkan untuk mengirimkan tank tempur,” kata sumner itu.


Sejauh ini, pemasok tank ke Kiev adalah Polandia dan Republik Ceko. Jerman tidak akan pernah menjadi negara pertama yang mengirimkan tank ke Ukraina karena alasan historis itu tadi.

Laporan Der Spiegel mengutip politisi dan analis yang menuduh Scholz terlalu lambat untuk membantu Ukraina dengan senjata untuk melawan Rusia.

Sejak akhir Februari, ketika serangan militer Rusia di Ukraina dimulai, Berlin hanya memasok senjata ringan ke Kiev, dan jumlah pengiriman telah berkurang dari waktu ke waktu, dengan Welt am Sonntag melaporkan bahwa hanya dua pengiriman Jerman yang tiba di Ukraina antara 30 Maret dan 26 Mei.

Pengiriman senjata berat, termasuk 30 kendaraan antipesawat Gepard, tujuh howitzer self-propelled Panzerhaubitze 2000 dan empat sistem roket multi-peluncur MARS II, telah diumumkan oleh Berlin, tetapi belum terwujud.

Pekan lalu Scholz sempat mengklaim pekan bahwa Jerman juga akan mengirim salah satu senjata paling modernnya – sistem pertahanan udara IRIS-T – ke Ukraina. Namun, Kementerian Pertahanan mengatakan pihaknya tidak memiliki stok perangkat keras yang disebutkan, dan pertanyaan itu harus ditujukan kepada produsen. Menurut laporan media, Ukraina hanya bisa berharap untuk mendapatkan sistem pada bulan November.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya