Berita

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus/Net

Politik

Kecewa dengan KPU, Guspardi Gaus: Seharusnya Kalau Tidak Datang Kirim Surat yang Elok

SENIN, 06 JUNI 2022 | 19:33 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komisi II DPR RI kecewa dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memilih bertemu Presiden Joko Widodo ketimbang Komisi II untuk membahas pelaksanaan Pemilu 2024.

Padahal dalam rapat di Komisi II sudah dijadwalkan saat rapat dengar pendapat (RDP) 30 Mei 2022 lalu. Terlebih, KPU malah mengumumkan bahwa masa kampanye nanti 90 hari tanpa adanya perbincangan dengan parlemen.

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus melontarkan rasa kecewanya yang mendalam terhadap komisioner KPU. Pasalnya, Komisi II sudah jauh-jauh hari mengagendakan RDP dengan KPU dan Bawaslu, tanpa adanya surat resmi membatalkan jadwal rapat dengan agenda pembahasan anggaran dan tahapan Pemilu 2024.


"Kami sangat menyayangkan, sangat kecewa terhadap komisioner yang ada sekaran. Karena kami sudah mengagendakan kegiatan itu, yang kegiatan itu terpaksa molor dan seterusnya,” ucap Guspardi bernada kesal saat RDP bersama KPU dan Bawaslu, Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (6/6).

Legislator dari Fraksi PAN itu mengurai, sebelumnya Komisi II dan KPU telah mengagendakan tanggal 23 Mei 2022 untuk melakukan RDP, kemudian melakukan jadwal ulang atau reschedule, karena KPU meminta untuk dilaksanakan tanggal 28 Mei.

Kemudian, pimpinan Komisi II DPR RI menetapkan tanggal 30 Mei 2022. Namun, KPU tidak hadir memenuhi undangan dan memilih untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

“Tidak ada komunikasi sama sekali, ke mana itu KPU yang kita sudah undang jauh-jauh hari ini? Sebab, bagaimanapun kami ini adalah lembaga politis jangan terkesan komisi II yang ulur-ulur kegiatan dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan dari Pemilu itu,” tegasnya.

Seharusnya, KPU melayangkan surat kepada Komisi II atas ketidakhadirannya kala itu. Sehingga, tidak menimbulkan prasangka antara Komisi II dengan KPU.  

Guspardi mengaku tidak pernah membatalkan pelaksanaan RDP pada tanggal 30 Mei lalu.

Sangat luar biasa. Harusnya kalau tidak datang kirim surat itu yang elok kita ini negara, pemerintahan, ada administrasinya dan malah ketika itu terkesan kami komisi II yang disudutkan saya lihat surat-menyurat di sekretariat ternyata memang tidak ada surat yang dilayangkan untuk pembatalan itu,” ucapnya kesal.

“Kami semua di sini hadir sampai jam 01.00 (13.00 WIB) dan saya tidak tahu persis gimana kawan-kawan. Yang komisioner ini kenapa tidak datang barulah di sore harinya Kami mendapatkan informasi bahwa kawan-kawan menghadap bapak presiden padahal mana yang penting substansi? Apa yang harus kita lakukan?” tandasya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya