Berita

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan PM Australia, Anthony Albanese, membahas 5 poin penting/Repro

Politik

Merasa Dekat dengan PM Albanese, Jokowi Pede Kerja Sama IA CEPA Berkontribusi Positif ke Kawasan

SENIN, 06 JUNI 2022 | 14:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kunjungan bilateral pertama Perdana Menteri (PM) Australia ke-31, Anthony Albanese, disambut baik Presiden Joko Widodo. Kerjasama yang dibangun antara kedua negara diyakini bisa semakin kokoh ke depan.

Jokowi mengatakan, dirinya sudah lama mengenal PM Albenese saat sebelum terpilih pada Pemilu Australia Mei 2022 lalu.

"Merupakan kehormatan bagi saya menerima kunjungan perdana PM Albanese setelah dua minggu yang lalu dilantik menjadi PM Australia ke-31. Ini menunjukkan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat kedua negara," ujar Jokowi dalam jumpa pers usai pertemuan yang dilaksanakan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6).


"PM Albanese bukan orang baru bagi saya. Kita pernah bertemu tahun 2020, dan Indonesia juga menjadi negara pertama yang dikunjungi ketika beliau terpilih menjadi ketua oposisi pada tahun 2019," sambungnya.

Sebelum bertemu hari ini, Jokowi mengaku telah berbincang dengan PM Albenese via telepon pada pekan lalu. Mereka membahas soal upaya memperkokoh kemitraan strategis koperhensif yang dibangun kedua negara sejak 2018, dan mengenai Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA) yang berlaku sejak 2020.

"Dua pondasi ini penting untuk kedua negara terus memperkokoh hubungan bilateral yang saling menguntungkan," katanya.

Maka dari itu, Jokowi menyampaikan lima pokok bahasan yang dibicarakannya bersama PM Albanese dalam petermuan bilateral kedua negara.

Pertama, terkait dengan pentingnya perluasan akses ekspor Indonesia dengan nilai tambah tinggi ke Australia di bidang otomotif. Sebagai contoh, Jokowi mengharapkan ekspor mobil CBU buatan Indonesia ke Australia yang dimulai pada Februari 2022 lalu bisa terus terbuka.

Pokok bahasan kedua yakni soal implementasi IA CEPA, yang diharapkan Jokowi bisa ditingkatkan, terutama kesempatan WNI bekerja di Australia. Untuk bahasan ketiga adalah terkait kerjasama di bidang pendidikan dan kesehatan.

Sementara materi pembahasan keempat, Jokowi menyampaikan peningkatan kerjasama di bidang food processing, food inovation, rantai pasok pangan, dan implementasi MoU pertanian antara kedua negara. Sementara pokok bahasan kelima adalah penguatan kerja sama energi dan perubahan iklim.

"Saya menyambut baik inisiatif PM Alabanese terkait kemitraan infrastruktur dan ketahanan iklim RI-Australia dengan dana hibah awal sebesar 200 juta dolar Australia. Saya juga menyambut baik komitmen investasi metal group di bidang hydro power dan geothermal 10 miliar dolar AS dan sant cable di bidang energi 1,5 miliar dolar AS," paparnya.

Selain itu, mantan Walikota Solo ini juga turut membahas mengenai isu-isu terkini di kawasan dan dunia. Di antaranya mengenai perang Ukraina-Rusia, hingga penguatan kemitraan pembangunan di kawasan Asia-Pasifik.

Dalam konteks ini, Jokowi menyampaikan kembali posisi konsisten Indonesia dalam membangun hubungan baik dengan Australia agar dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran kawasan.

"Untuk itu, prinsip-prinsip dan hukum internasional harus dipatuhi secara konsisten. Strategi competion di kawasan perlu dikelola dengan baik untuk menghindari terjadinya konflik terbuka," tuturnya.

"Budaya damai dan strategic trust perlu terus diperkuat. Kita juga sepakat memperkuat kemitraan di pasifik terutama di bidang iklim, perikanan dan pertanian," tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Jokowi berharap PM Albanese dapat hadir di KTT G20 Indonesia di Bali pada November 2022 mendatang.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya