Berita

Presiden Aleksandar Vucic/Net

Dunia

Kecewa Kunjungan Rusia Dibatalkan, Presiden Vucic Bakal Temui Perwakilan Tiga Negara yang Berlakukan Pelarangan Terbang

SENIN, 06 JUNI 2022 | 12:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Serbia mengungkapkan keprihatinannya atas batalnya kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic menyatakan bahwa situasi di sekitar kedatangan Lavrov di Beograd menjadi "sangat rumit" menyusul larangan melintasi wilayah udara yang diberlakukan oleh tiga negara tetangga Serbia terhadap pesawat yang membawa Lavrov.

Harian lokal Serbia, Danas, melaporkan semnetara ini Presiden Aleksandar Vucic sedang menangani permasalahan ini.


Lavrov dijadwalkan mengunjungi ibu kota Serbia, Beograd, pada 6-7 Juni dan mengadakan pembicaraan dengan Vucic mengeni kerja sama bilateral terutama mengenai pasokan gas,  seperti dilaporkan Aljazeera.

Tiga negara yang mengumumkan larangan melontasi wilayah udaranya adalah Montenegro, Makedonia Utara, dan Bulgaria.

Ini adalah bagian dari sanksi Barat yang menyasar para diplomat top Rusia atas invasi Rusia di Ukraina.

Serbia menjadi negara Balkan yang tidak mendukung sanksi untuk Rusia. Serbia memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan telah berhasil menangkis tekanan Barat.

Vucic telah merencanakan untuk membahas pasokan gas ke Serbia termasuk hal-hal yang berkaitan dengan harga dan kuantitas serta keamanan pasokan selama kunjungan Lavrov.

Itu akan menjadi kunjungan pertama seorang pejabat tinggi Rusia ke Serbia sejak pecahnya krisis Ukraina dan pada saat Uni Eropa sedang mempersiapkan serangkaian sanksi baru terhadap Moskow.

Minggu lalu, pemimpin Serbia mengumumkan kontrak pasokan gas baru selama tiga tahun dengan Rusia. Kesepakatan itu kemungkinan akan ditandatangani selama kunjungan Lavrov, sebab kontrak pasokan gas 10 tahun Beograd dengan raksasa energi Rusia Gazprom berakhir pada Selasa (6/5).

Namun, dengan dibatalkannya kunjungan Lavrov akibat larangan terbang, rencana kontrak gas mengalami hambatan.

Vucic akan bertemu dengan Duta Besar Rusia Aleksandar Bocan-Harcenko mengenai keputusan ketiga negara tersebut.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya