Berita

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba/Net

Dunia

Tolak Pernyataan Macron, Kuleba Imbau Semua Negara Fokus untuk Menghukum Rusia

SENIN, 06 JUNI 2022 | 09:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebelum Rusia meluncurkan invasinya ke Ukraina, Prancis adalah pihak yang paling berupaya menjadi penengah di antara konflik dua negara. Saat invasi terjadi, upaya Prancis jauh lebih gigih lagi dengan Presiden Emmanuel Macron berulang kali berbicara kepada kedua pemimpin yang bertikai untuk gencatan senjata.

Upaya Prancis untuk mempertahankan dialog dengan pemimpin Kremlin dan Ukraina, kontras dengan apa yang dilakukan AS dan Inggris.

Namun, Macron telah memancing kemarahan Ukraina atas sarannya agar dunia tidak mempermalukan Rusia.


Macron bersikeras bahwa Putin telah melakukan "kesalahan historis dan mendasar" dan layak mendapat sanksi, tetapi penting untuk tidak membuat Rusia malu. Macron menekankan sikap itu untuk kelancaran negosiasi dan agar pada hari pertempuran berhenti, "kita dapat membangun jalan keluar melalui saluran diplomatik," menurutnya.
 
Pernyataan Macron ditanggapi dengan keras oleh Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba. Ia mengecam Macron, mengatakan bahwa pernyataan Macron sangat mengkhawatirkan.

Dalam postingannnya di Twitter, Kuleba menyuarakan keprihatinannya.

“Seruan untuk menghindari penghinaan terhadap Rusia hanya mempermalukan Prancis sendiri, juga akan mempermalukan semua negara yang melakukan hal yang sama. Rusialah yang mempermalukan dirinya sendiri," katanya.

Kuleba pun meminta semua fokus untuk memperlakukan Rusia pada tempatnya, karena hal itu yang akan menghentikan jatuhnya korban lebih banyak lagi dan membawa perdamaian.

"Kita semua lebih baik fokus pada bagaimana menempatkan Rusia pada tempatnya," katanya.

Macron yang sejak awal tetap mempertahankan dialog dengan Putin, meyakini bahwa Prancis memiliki peran untuk menjadi kekuatan mediasi.

Sebelumnya, Macron mengatakan kepada media regional Prancis bahwa Putin telah "mengisolasi dirinya sendiri".

"Saya pikir, dan saya mengatakan kepadanya, bahwa dia membuat kesalahan bersejarah dan mendasar bagi rakyatnya, untuk dirinya sendiri dan untuk sejarah," kata Macron.

"Mengisolasi diri adalah satu hal, tetapi bisa keluar darinya adalah jalan yang sulit," tambahnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya