Berita

Komisioner Hak Asasi Manusia Republik Rakyat Donetsk (DPR) Daria Morozova /Net

Dunia

Komnas HAM Donetsk: Pasukan Rahasia Ukraina Lakukan Penculikan, Tebusannya Jadi Pengkhianat

SABTU, 04 JUNI 2022 | 09:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasukan khusus Ukraina dituding melakukan penculikan massal terhadap warga Donbass dan aktivis serta politisi pro-Rusia di Ukraina.

Komisioner Hak Asasi Manusia Republik Rakyat Donetsk (DPR) Daria Morozova yang melontarkan tudingan menyatakan bahwa putri seorang perwira milisi rakyat DPR telah diculik oleh Pasukan Operasi Khusus Ukraina di Kharkov.

Morozova megatakan, pada 16 April, Aleksandr Demchenko, dihubungi oleh sekelompok orang tak dikenal yang menawarinya kerja sama dan memperingatkannya bahwa jika dia menolak maka apa pun bisa terjadi pada putrinya.


"Orang-orang, yang mengaku sebagai anggota Pasukan Operasi Khusus Ukraina, menuntut agar dia menjadi pengkhianat dan memberi mereka daftar tentara yang ditangkap, rencana pertukaran tahanan, dan dokumen lain yang menurut perwira itu tidak ada hubungannya dengan mereka," ujar Morozova, seperti dikutip dari RT, Jumat (3/6).

Investigasi atas masalah ini dilaporkan mengungkapkan tidak ada penangkapan resmi putri Demchenko, Ekaterina, dan bahwa dia diculik bersama suaminya oleh pasukan khusus Ukraina dan saat ini ditahan di penjara rahasia.

Ekaterina sejak itu mengirimi ayahnya sebuah video yang mengatakan bahwa dia diperlakukan dengan adil. Dia memintanya untuk bekerja sama dengan para penculik dengan cara yang tenang.

Ombudsman mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa wanita dan suaminya adalah dengan membawa situasi ini ke perhatian publik, karena negara mana pun di dunia mendefinisikan tindakan seperti penculikan dan penahanan ilegal orang, dan dapat dihukum oleh hukum.

Morozova mencatat bahwa tindakan seperti itu menjadi sering dilakukan Kiev sejak Rusia melancarkan serangan militernya terhadap Ukraina dan sedang dilakukan di bawah pedoman yang datang dari AS dan Inggris.

Dia mengklaim saat ini ada lusinan kasus orang yang dikonfirmasi, termasuk anak-anak, diculik oleh pasukan khusus Ukraina dan kemudian ditahan di penjara rahasia, disiksa baik secara fisik maupun mental, dan dilucuti martabatnya sebagai manusia.

Vasily Prozorov, kepala proyek penelitian UkrLeaks dan mantan anggota Dinas Keamanan Ukraina, mencatat bahwa praktik semacam itu oleh dinas khusus Kiev, dinas intelijen, dan Kementerian Pertahanan adalah bagian dari metodologi yang telah ditanamkan AS dan Inggris di Kiev sejak pertengahan 2000-an.

Dia menambahkan bahwa dinas rahasia Kiev, dengan persetujuan diam-diam dari Barat, telah bermain dengan metodologi yang digunakan oleh organisasi teroris.

“Penculikan, penyiksaan, pembunuhan – untuk semua ini mereka diberikan kekuasaan penuh oleh kurator tamu mereka. Ada lusinan penjara rahasia di seluruh Ukraina, di mana orang-orang yang mereka culik telah ditahan selama bertahun-tahun," katanya.

Kejaksaan Agung DPR secara resmi telah meluncurkan beberapa penyelidikan kriminal atas penculikan tersebut, menjanjikan semua pelaku akan ditemukan, diidentifikasi, dan diadili setelah operasi militer selesai.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya