Berita

Polisi melakukan penjagaan di sekolah menengah De Werkplaats di Bilthoven Belanda setelah ancaman bom, Kamis 2 Juni 2022/Net

Dunia

Muncul Ancaman Penembakan, Sebuah Sekolah Menengah di Belanda Ditutup

JUMAT, 03 JUNI 2022 | 06:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sekolah menengah De Werkplaats di Bilthoven Belanda terpaksa ditutup pada Kamis (2/6) waktu setempat, sebagai tindakan pencegahan setelah beberapa siswa menerima email yang berisi ancaman akan melakukan penembakan.

Biasanya, di sekitar halaman sekolah sangat ramai. Namun, suasana pada Kamis itu nampak berbeda. Tepat setelah pukul setengah delapan, ada tiga mobil polisi dan sebuah van dari petugas di depan pintu masuk. Mereka nampak menyisir lokasi dan melakukan penjagaan.

Walikota Sjoerd Potters dari De Bilt juga telah  menyarankan sekolah untuk tetap ditutup setelah berkonsultasi dengan polisi dan Kejaksaan.


Dilaporkan bahwa para siswa menerima email pada Selasa malam. Itu berisi foto pistol dan teks: "Aku akan menembak kalian semua sampai mati. Nikmati hidupmu untuk saat ini." Pengirim tersebut mengatakan penembakan akan dilakukan Kamis.

Menurut rektor sekolah, email tersebut dikirim dari akun siswa yang diretas. Bocah itu memberi tahu dewan sekolah tentang hal itu sendiri. Investigasi menunjukkan bahwa telah terjadi "login tidak teratur" di akun anak itu.

"Pihak sekolah menginformasikan semua orang tua dan guru membahas kejadian tersebut di kelas," kata rektor, seperti dikutip dari NL Times.

Polisi mengkonfirmasi kepada penyiar bahwa mereka mengetahui email tersebut.

"Kami sedang menyelidiki ancaman ini, dan sekolah mendapat perhatian kami. Kami selalu menganggap serius laporan semacam ini sampai terbukti tidak perlu," kata seorang juru bicara, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

De Werkplaats memiliki lebih dari 1.300 murid. Tidak jelas kapan sekolah akan dibuka kembali.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya