Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat bertemu Ketum PAN Zulkilfi Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa membahas KIB/RMOL

Politik

Koalisi Indonesia Bersatu Diyakini Tutup Pintu Capres yang Gunakan Politik Identitas

KAMIS, 02 JUNI 2022 | 22:48 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas oleh Partai Golkar, PAN dan PPP diprediksi tidak akan mengusung bakal calon presiden dan wakil presiden yang pernah menggunakan politik identitas. Meski sosoknya termasuk populer di mata publik.

Demikian pendapat Koordinator Survei Nasional Panel Survei Indonesia Permadi Yuswiryanto, Kamis (2/6).

“Saya yakin KIB tidak akan mengusung Capres nama-nama populer yang pernah menggunakan politik identitas penyebab pembelahan sosial,” kata Permadi, Kamis (2/6/2022).


Menurut Permadi, meski sosok calon memilki modal elektabilitas tinggi, tapi melekat stigma pernah menggunakan politik identitas akan berpotensi memicu terjadinya pembelahan sosial di masyarakat.

Argumentasi Permadi, isu etnis dan agama adalah dua hal yang selalu masuk di dalam agenda politik identitas. Apalagi, kondisi masyarakat Indonesia nuansa primordialisme dan sektarianisme masih cukup kuat.

Atas dasar itulah, Permadi meyakini KIB dibentuk melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap para pemilihnya. Termasuk mengusung calon berbasis gagasan.

“Saya yakin KIB sudah melakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah terjadinya pembelahan sosial tersebut,” tegas Permadi.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya