Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Rusia Hentikan Pengiriman Gas ke Belanda

SELASA, 31 MEI 2022 | 07:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Rusia mengumumkan penghentian pengiriman gas ke Belanda karena mereka tidak mau membayar dengan mata uang rubel sesuai dengan permintaan Moskow.

Dalam pernyataannya pada Senin (30/5), perusahaan energi utama Rusia Gazprom Export mengatakan mereka akan menangguhkan pasokan gas ke distributor Belanda GasTerra mulai Selasa (31/5) waktu setempat.

“Sampai akhir hari kerja pada 30 Mei (batas waktu pembayaran yang ditentukan oleh kontrak), Gazprom Export belum menerima pembayaran dari GasTerra untuk pasokan gas pada bulan April,” kata perusahaan Rusia itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari RT, Selasa (31/5).


“Dalam hal ini, Ekspor Gazprom memberi tahu GasTerra tentang penangguhan pasokan gas mulai 31 Mei 2022 hingga pembayaran dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan di atas," lanjutnya.

Perusahaan Belanda sebelumnya telah memberi tahu Gazprom Export bahwa mereka tidak bermaksud melakukan pembayaran untuk pasokan gas dalam rubel, dengan alasan bahwa itu akan melanggar sanksi Barat.

Skema pembayaran baru Moskow mengharuskan pembeli gas dari negara-negara "tidak ramah" yang telah memberikan sanksi kepada Rusia untuk membuka rekening di Gazprombank. Mereka kemudian dapat menyetor dana dalam mata uang pilihan mereka, yang dikonversi oleh bank menjadi rubel dan transfer ke pemasok.

Gazprom baru-baru ini juga telah menangguhkan ekspor gas ke Bulgaria, Polandia, dan Finlandia setelah mereka menolak untuk mematuhi. Denmark juga menghadapi pengurangan pasokan setelah menolak permintaan pembayaran rubel Rusia.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya