Berita

Port Harcourt Polo Club/Net

Dunia

Berdesakan Saat Antre Sumbangan di Gereja, 31 Orang Tewas Terinjak-injak

SENIN, 30 MEI 2022 | 15:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kejadian malang menimpa lebih dari 30 warga di Nigeria selatan. Mereka tewas setelah terjadi desak-desakan selama acara amal bagi-bagi makanan di sebuah gereja.

Polisi mengatakan, kekacauan yang terjadi pada Sabtu (28/5) di kota Port Harcourt di Negara Bagian Rivers selatan bermula saat orang-orang mencoba memaksa masuk ketika organisasi gereja Majelis Raja setempat sedang menawarkan makanan dan hadiah untuk orang miskin di Port Harcourt Polo Club.
 
"Sayangnya, kerumunan menjadi kacau dan tak terkendali, dan semua upaya yang dilakukan oleh penyelenggara untuk membawa kewarasan terbukti gagal," kata polisi Negara Bagian Rivers dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Senin (30/5).


"Total 31 orang kehilangan nyawa dalam penyerbuan itu," lanjutnya.

Gambar yang diposting di media sosial dan diverifikasi oleh AFP menunjukkan keluarga menangis dan merawat orang yang terluka, banyak dari mereka anak-anak, di luar rumah sakit militer kota.

Saksi mata menggambarkan kepanikan yang terjadi, banyak yang dengan panik mendorong dan saling menginjak-injak ketika orang-orang yang mencoba masuk ke pintu masuk dipaksa mundur.

"Mereka memberi tahu orang-orang 'Kembali, kembali, kembali'," kata saksi mata bernama Chisom Nwachukwu.

"Beberapa orang yang mendorong dari belakang berbaris pada orang-orang itu," katanya.

Polisi mengatakan sedang melakukan penyelidikan kriminal atas insiden tersebut.

Koordinator wilayah selatan Badan Manajemen Darurat Nasional Godwin Tepikor mengatakan kepada AFP bahwa anggota gereja telah duduk di dalam ketika kerumunan orang bergegas masuk.

"Kerumunan besar dari luar masuk ke klub melalui gerbang sempit, mengakibatkan terinjak-injak," katanya.

Nigeria telah melihat beberapa tragedi penyerbuan atas distribusi makanan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk program makanan lembaga bantuan di negara bagian Borno utara di mana tujuh wanita diinjak-injak sampai mati tahun lalu.

Port Harcourt adalah pusat minyak utama di Nigeria, negara terpadat di Afrika dan produsen minyak terbesar di benua itu.

Terlepas dari kekayaan minyaknya, sebanyak empat dari 10 orang Nigeria hidup di bawah tingkat kemiskinan nasional, menurut Laporan Bank Dunia baru-baru ini.

Krisis Ukraina juga telah mendorong naiknya biaya makanan dan bahan bakar di seluruh benua karena pasokan gandum dan gas terpengaruh, dengan badan-badan bantuan memperingatkan tentang memburuknya kerawanan pangan di Afrika.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya