Berita

Presiden Vladimir Putin/Net

Dunia

Anggota Intel Rusia: Putin Menderita Kanker dan Hanya Punya Waktu Tiga Tahun untuk Bertahan Hidup

SENIN, 30 MEI 2022 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Desas-desus mengenai menurunnya kesehatan Presiden Rusia Vladimir Putin belakangan semakin santer diberitakan.

Bahkan, baru-baru ini muncul kabar yang belum dikonfirmasi kebenarannya, bahwa pria 69 tahun ini hanya punya waktu tiga tahun untuk bertahan hidup oleh dokter atas penyakit kanker yang dideritanya.

Klaim mengenai kesehatan Putin yang memburuk itu disampaikan seorang perwira Dinas Keamanan Federal Federasi Rusia (FSB) yang tidak disebutkan namanya.


"Putin memiliki waktu tidak lebih dari dua hingga tiga tahun untuk tetap hidup," kata perwira tersebut, seperti dikutip dari The Independent, Senin (30/5).

"Presiden Rusia memiliki bentuk parah dari kanker yang berkembang pesat," tambahnya.

Pesan --yang dikatakan berasal dari mata-mata Rusia yang tidak dikenal kepada pembelot FSB Boris Karpichkov-- itu juga mengatakan bahwa Putin kehilangan penglihatannya dan menderita sakit kepala.

"Kami diberitahu bahwa dia menderita sakit kepala dan ketika dia muncul di TV, dia membutuhkan selembar kertas dengan semua yang ditulis dalam huruf besar untuk membaca apa yang akan dia katakan," kata perwira Rusia itu kepada Sunday Mirror, menambahkan bahwa penglihatannya benar-benar memburuk dan anggota badan Putin seringkali gemetar tak terkendali.

Isu kesehatan Putin semakin berkembang setelah rekaman sebelumnya dari awal tahun ini menunjukkan tangannya yang tampak gemetar, sementara dia juga sempat terlihat memegang meja dengan posisi seolah menahan sakit selama siaran pertemuan pada bulan April.

Cerita mengenai kesehatan Putin konon berasal dari saluran Telegram Rusia yang sangat populer, General SVR.

Dokter yang memeriksa kesehatan Putin memperingatkan, operasi itu mungkin akan melumpuhkannnya untuk bebefapa waktu dan selama periode ini presiden akan menyerahkan kendali kekuasaan kepada seorang ajudan.

Kekhawatiran akan kesehatan Putin juga tersiar setelah mantan pejabat intelijen Inggris Christopher Steele mengatakan pemimpin Rusia itu meninggalkan pertemuan untuk perawatan medis.

“Rapat dewan keamanan yang seharusnya berlangsung selama satu jam penuh sebenarnya dipecah menjadi beberapa bagian,” kata Steele, yang menulis berkas tentang dugaan campur tangan Donald Trump dan Moskow dalam pemilihan AS 2016.

"Dia terus-menerus ditemani di sekitar tempat itu oleh tim dokter," katanya kepada radio LBC.

Dan awal bulan ini, seorang oligarki yang memiliki hubungan dekat dengan Putin dilaporkan mengatakan bahwa dia menderita sakit yang amat sangat karena kanker darah yang dideritanya.

Orang Rusia yang tidak disebutkan namanya itu menuduh dalam rekaman bahwa presiden menjalani operasi di punggungnya sesaat sebelum memerintahkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, menurut majalah New Lines yang berbasis di AS.

Sementara itu, mantan kepala Badan Intelijen Rahasia Inggris Sir Richard Dearlove, memperkirakan Putin akan digulingkan sebagai pemimpin karena masalah medisnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya