Berita

Presiden Moldova Maia Sandu/Net

Dunia

Sandu: Ada Pelanggaran dalam Investigasi Mantan Presiden Moldova Igor Dodon

SABTU, 28 MEI 2022 | 14:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Moldova Maia Sandu menyoroti pelanggaran yang dilakukan penyelidik saat menyelidiki kasus mantan Presiden Igor Dodon.

"Saya percaya Kejaksaan Agung harus melihat bagaimana tindakan investigasi dilakukan, terutama pada Senin dan Selasa (saat penangkapan terjadi)," kata Sandu dalam jumpa pers, Jumat.

Ia mengatakan, foto-foto yang bocor ke pers menunjukkan pemandangan yang sangat memprihatinkan. Ada pelanggaran yang dilakukan pihak berwenang, katanya dan Moldova berharap ada penjelasan terperinci mengenai hal tersebut tetapi ternyata kejaksaan tidak bisa memberikannya.


"Investigasi terhadap Dodon harus dilakukan dengan sangat transparan," kata Sandu, seperti dikuip dari AFP.

Ia mengingatkan dan berharap "jaksa tidak terlibat dalam permainan politik baik atas kemauan mereka sendiri maupun atas perintah orang lain."

Jika hal itu terjadi, maka Jaksa dan jajarannya akan terkena sanksi yang tidak hanya mendiskreditkan mereka sendiri tetapi juga reformasi dan jalur Eropa.

Igor Dodon yang berkuasa pada 2016 hingga 2020 dan disebut sebut sebagai pemimpin pro-Rusia, ditahan selama 72 jam sejak Selasa (24/5). Kasus pidana telah dibuka terhadapnya atas korupsi pasif, pengkhianatan dan pengayaan gelap. Jaksa telah menggeledah rumahnya dan alamat lainnya, termasuk rumah tersangka kaki tangannya.

Jaksa telah menyelidiki tuduhan bahwa mantan presiden itu mendanai partainya dengan dana dari organisasi kriminal.

Dodon dituding menerima suap pada 2019 dari oligarki Vladimir Plahotniuc, mantan pemimpin Partai Demokrat Moldova. Plahotniuc sejak itu pergi ke pengasingan dan berada di bawah sanksi AS.

Rusia ikut mengawasi kondisi Igor Dodon dan berharap bahwa pihak berwenang Moldova akan mematuhi hak-hak Dodon.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya