Berita

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk Presiden Jokowi atasi masalah minyak goreng/Net

Politik

Berani Ambil Keputusan, Sudah Tepat Luhut Ditugasi Atasi Masalah Minyak Goreng

KAMIS, 26 MEI 2022 | 16:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan kembali mendapatkan tugas baru dari Presiden Joko Widodo untuk mengatasi masalah kelangkaan dan mahalnya harganya minyak goreng. Penunjukan ini mendapatkan respons yang beragam.

Intelektual muda Nahdlatul Ulama Ubaidillah Amin Moch menilai, penunjukan Luhut mengurusi minyak goreng adalah langah tepat. Sebab, kualitas mantan Danjen Kopassus itu dalam mengurusi masalah negara sudah teruji.

"Beliau selalu cepat, tegas, dan berani dalam mengambil keputusan strategis. Dan sudah sepetutnya kita mengapresiasi kinerja beliau," demikian kata Ubaidillah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (26/5).


Pria yang juga Pengurus Lembaga Falakiyah PBNU ini menjelaskan alasan mengatakan apa yang dilakukan Jokowi sudah tepat. Kata Ubaidillah, hal yang paling gamblang dan langsung dirasakan masyarakat ketika Luhut diberi mandat oleh presiden menangani pandemi virus corona baru (Covid-19).

Saat itu, pengamatan Ubaidillah, dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan, varian delta covid-19 bisa diatasi. Padahal, banyak negara di dunia meremehkan Indonesia dalam hal penanganan pandemi, khususnya varian delta.

"Belum lagi penugasan presiden ke Pak luhut terkait me-manage penjualan batubara kala itu," tambah Ubaidillah.

Pria yang juga petinggi di PP Pagar Nusa ini berpandangan, selama bekerja, Luhut nampak selalu mengapresiasi jajaran yang membantunya bekerja. Ia juga melihat, Luhut terkesan bekerja tanpa beban.

Ia juga mengapresiasi strategi Luhut mengatasi masalah minyak goreng. Bagi Ubaidillah, audit perusahaan sawit dan termasuk alamat kantor perusahannya sangatlah penting untuk memastikan apakah korporasi yang terkait dengan produk sawit dan turunannya memang benar-benar memberi kontribusi bagi Indonesia.

"Sangat penting diketahui luas lahan masing-masing korporasi, bagaimana status HGU (hak guna usaha)-nya dan administrasi perusahaannya seperti apa. Itu langkah besar," pungkas Ubaidillah.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

RI Tak Boleh Tunduk atas Bea Masuk 104,38 Persen Produk Surya oleh AS

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:16

DPR: Penagihan Pajak Tanpa Dasar Hukum yang Jelas Namanya Perampokan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Suara Rakyat Terancam Hilang Jika PT Dinaikkan

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:09

Bursa Cabut Status Pemantauan Khusus 14 Saham, Resmi Keluar dari Mekanisme FCA

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:57

IHSG Dibuka ke Zona Merah, Anjlok ke Level Terendah 8.093 Pagi Ini

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:41

Komisi III DPR Ingatkan Aparat Tak Main Hukum Terhadap ABK Fandi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:38

Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Hilirisasi

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36

Laba Bersih Astra International Turun 3,3 Persen di 2025, Jadi Rp32,77 Triliun

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:31

185 Lapangan Padel Belum Berizin, Pemprov DKI Segera Bertindak

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:16

Bursa Asia Melempem Jelang Akhir Pekan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06

Selengkapnya