Berita

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini/RMOL

Politik

Dinilai Tidak Pro Petani Sawit, PKB Desak Kinerja BPDPKS Dievaluasi Total

RABU, 25 MEI 2022 | 18:31 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kinerja Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPKDPKS) kembali disorot oleh Komisi IV DPR RI. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini menilai selama ini BPDPKS menyerupai event organizer (EO).

Kritik itu dilontarkan Anggia, karena ia melihat infrastruktur sawit rakyat nampak tidak terkelola dengan baik. Ia juga menyoroti tidak adanya pendampingan BPDPKS terhadap para petani sawit rakyat.

Menurut Politisi PKB itu, kinerja BPDPKS harus ada evaluasi menyeluruh.


"BPDPKS itu EO atau apa? Pendampingan untuk petani sawit saja tak ada. Semuanya semrawut, tak jelas," demikian kritik keras Anggia kepada Kantor Brita Politik RMOL, Rabu (25/5).

Dalam pandangan Anggia, tata kelola pengeloaan sawit yang dilakukan BPDPKS mengakibatkan masyarakat tidak memahami mengapa minyak goreng langka dan harga di pasaran mahal.

Ia mengaku geram karena ia mendapatkan informasi di lapangan antrean minyak goreng sampai menelan korban jiwa. Fakta-fakta itu tambah Anggia tidak boleh terulang lagi.

"Perlu dibedah dan dievaluasi tentang penggunaan anggaran dan kebijakannya BPDPKS," tandas Anggia.

Ia meminta BPDPKS transparan dalam mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran. Apalagi, nilainya sangat fantastis melebihi Rp 100 triliun.

Ia berpendapat, dengan dana sebesar itu, seharusnya pengelolaan dan pengalokasian dana sawit harus proporsional dna berpihak pada petani sawit rakyat.

Perempuan yang juga Ketua Umum PP Fatayat NU ini menilai BPDPKS tidak pro rakyat. Argumentasinya dana BPDPKS lebih banyak digunakan untuk biodiesel dan diperuntukkan bagi korporasi miliki konglomerat.

"Penyumbang anggaran dan pemberi pungutan ekspor yang besar itu adalah petani rakyat. Tapi saat kita tanya (peruntukan), jawabannya kesana kemari," pungkas Anggia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya