Berita

Airlangga Hartarto/Net

Politik

Bagi Prof. Siti Zuhro, Kebijakan Pro Wong Cilik Bisa jadi Strategi Airlangga Diperhitungkan di Pilpres 2024

SELASA, 24 MEI 2022 | 15:03 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Analisa tentang potensi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto maju di Pilpres 2024 cukup tinggi. Hal itu berdasarkan analisisi Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Siti Zuhro.

Menurutnya, kurang bijak dan terlalu dini jika ada yang berkesimpulan bahwa tingkat keterpilihan sosok adalah satu aspek yang paling menentukan pencapresan.

Justru bagi Prof. Siri Zuhro, hal terpenting dalam sebuah kontestasi politik, apalagi pada 2024 mendatang, adalah hadirnya kontestan alternatif yang dapat mencuri pandangan masyarakat.


"Supaya tidak terjadi dua Paslon, jadi kita dorong agar muncul calon-calon lain yang lebih percaya diri. Masa iya sih ketum (tidak bisa), Banyak hal yang bisa dipertimbangkan, meskipun animo masyarakat belum tinggi. Tapi justri ini karena supaya tidak dihadap-hadapkan (dua Paslon)," ujar Siti kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/5).

Meskipun nama Airlangga belum membumi, mantan peneliti politik senior di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini memandang Airlangga memiliki beberapa strategi yang bisa dilakukan.

Hanya saja, Siti menyarankan Airlangga untuk tampil sebagai sosok yang jauh lebih konkret membantu masyarakat dari setiap kebijakan-kebijakan yang akan direalisasikannya. Tidak seperti gaya Presiden Joko Widodo yang cenderung turun langsung ke masyarakat.

"Waktu itu Jokowi dikenal kesederhanaannya. Tentu Airlangga tidak bisa masuk gorong-gorong. Jadi dengan gaya elitis (Partai Golkar) dia harus punya visi besar yang bisa diaplikasikan," paparnya.

"Kebijakannya yang harus pro wong cilik, itu yang harus diakselerasi. Kebijakan yang bisa dirasakan masyarakat kurang beruntung, karena dampak-dampak Covid-19 ini sangat memberatkan," demikian Prof. Siti Zuhro.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya