Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Yulian Gunhar/Net

Politik

Jokowi Buka Kembali Kran Ekspor CPO, Politisi PDIP Minta Pemerintah Benahi Tata Kelola SDA

SENIN, 23 MEI 2022 | 20:50 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Keputusan Presiden Jokowi membuka kembali keran ekspor crude palm oil (CPO) dan minyak goreng diapresiasi anggota Komisi VII DPR RI Yulian Gunhar.

Pria yang karib disapa Gunhar ini mengatakan, sebagai wakil rakyat di senayan dia berterima kasih pada Presiden Jokowi atas keputusan membuka kembali kran ekspor CPO. Sebab, dengan kebijakan itu, orang nomor satu di Indonesia itu mengedepankan kepentingan rakyat.

Gunhar juga mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung yang berani membongkar dan menindak tegas dugaan kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO atau bahan baku minyak goreng.


"Kami mengapresiasi langkah Bapak Jaksa Agung dan jajarannya dan meminta terus berindak tegas terhadap para pelaku yang masih bermain di sektor hilir dan tidak taat aturan," katanya.

Selain itu, Gunhar meminta pemerintah sesegera mungkin dapat membenahi tata kelola dan sektor hilir komoditas yang berkaitan dengan kebutuhan rakyat luas.

Menurutnya, sudah saatnya  pemerintah membenahi tata kelola sumber daya alam, terutama komoditas yang selama ini menjadi andalan Indonesia seperti CPO dan batubara. Hal itu perlu dilakukan, demi menghindari terulang kembali kebijakan pelarangan ekspor batubara dan juga CPO akibat kelangkaan.

"Larangan ekspor batubara yang pernah diambil pemerintah karena banyak perusahaan tidak memenuhi kewajiban DMO. Sedangkan pelarangan eksport CPO karena harga Migor mahal dan pemerintah harus mensubsidi 7,6 triliun rupiah akibat perusahaan yang tidak memenuhi kewajiba DMO," katanya.

Keluarnya kebijakan larangan ekspor akibat pelanggaran DMO, baik batubara maupun CPO yang berujung kelangkaan, tambah Gunhar, menandakan masih adanya carut marut tata kelola SDA.

"Artinya  ini pekerjaan rumah bagi pemerintah dalam tata kelola SDA kita yang masih carut marut," katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini pun meminta pemerintah membangun sektor hilir berkaitan dengan SDA. Pembangunan sektor hilir ini tambahnya bukan hanya pada sektor mineral, namun juga sektor lainya.

"Sudah saatnya, pemerintah membangun sektor hilir berkaitan dengan SDA, tidak hanya Mineral, tetapi juga di sektor hilir lainnya seperti sawit, tebu, karet, dengan memanfaatkan BUMN perkebunan,," katanya.

Sebagai negara besar yang berpenduduk 270 juta jiwa, serta SDA yang melimpah, Gunhar menyayangkan jika pemerintah belum optimal membangun  bisnis hulu hingga hilir dalam mengelola SDA. Bahkan pemerintah menurutnya harus meniru para konglomerat yang mampu menguasai beberapa sektor SDA dari hulu hingga hilir.

"Kita memiliki 10 konglomerat yang masuk daftar orang terkaya dunia, mereka semua menguasai ekonomi dari hulu sampai ke hilir, apa yang mereka kerjakan, bagaimana mereka bekerja, sistem yang mereka bangun dari hulu sampai hilir, Kenapa pemerintah tidak melakukan itu?"katanya.

Menurutnya, pemerintah sebenarnya mampu membangun hulu hingga hilir berbaai sektor SDA, karena memiliki banyak sumber daya hingga kewenangan. Melalui BUMN Perkebunan, pemerintah tambahnya  bisa membangun hilirisasi bahan baku.

"Kita punya lahan, modal, regulasi, semua cukup. Atas nama bangsa Indonesia, ini amanat pasal 33 ayat 1, 2, dan 3 UUD 1945, ini tantangan yang harus dicari jalan keluarnya, supaya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa terwujud," katanya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya