Berita

Presiden Joe Biden, diapit oleh agen Secret Service, terlihat tiba di Korea Selatan pada Jumat/Net.

Dunia

Mabuk dan Bertengkar di Bar, Dua Agen Dinas Rahasia AS Dipulangkan dari Korea Selatan

SABTU, 21 MEI 2022 | 11:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kabar kurang baik datang di tengah kunjungan Preside AS Joe Biden ke Korea Selatan. Dua agen Dinas Rahasia AS yang bertugas membantu mempersiapkan kunjungannya dipulangkan bahkan sebelum panglima tertinggi tiba.

AFP melaporkan, kedua agen tersebut diduga terlibat dalam pertengkaran saat mabuk di sebuah bar di Seoul saat tidak bertugas pada Kamis dini hari (19/5) waktu setempat. Salah satu dari mereka diduga menyerang seorang sopir taksi di luar hotel Grand Hyatt, tempat Biden akan menginap.

Polisi Korea Selatan mengatakan kepada Reuters bahwa salah satu agen ditangkap, tetapi seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan dia hanya diselidiki.


"Dinas Rahasia mengetahui insiden di luar tugas yang melibatkan dua karyawan yang mungkin merupakan potensi pelanggaran kebijakan," kata juru bicara agensi Anthony Guglielmi dalam sebuah pernyataan.

“Orang-orang itu akan segera dikembalikan ke pos tugas mereka dan ditempatkan pada cuti administratif. Tidak ada dampak pada perjalanan yang akan datang," katanya.

Kedua pria itu, yang diidentifikasi hanya sebagai agen khusus dan spesialis keamanan, adalah bagian dari tim pendahulu Biden. Mereka dilaporkan dipulangkan pada Jumat, tak lama sebelum kedatangan presiden AS di Seoul untuk memulai perjalanan lima hari ke Asia.

Laporan media tidak memberikan indikasi bagaimana pertengkaran dengan sopir taksi dimulai. CBS News mengatakan bahwa Secret Service akan menyelidiki apakah kedua agen itu mabuk pada saat kejadian, daripada menyelidiki dugaan penyerangan tersebut.

“Kami memiliki protokol dan kebijakan yang sangat ketat untuk semua karyawan, dan kami menjunjung tinggi standar profesional tertinggi,” kata Guglielmi.

“Mengingat ini adalah masalah personel administrasi yang aktif, kami tidak dalam posisi untuk berkomentar lebih lanjut," ujarnya.

Kasus di Seoul bukan skandal pertama yang melibatkan Dinas Rahasia, yang bertanggung jawab untuk melindungi para pemimpin AS saat ini dan mantan serta keluarga mereka.

Pada tahun 2014, tiga agen yang membantu mempersiapkan kunjungan Presiden Barack Obama ke Amsterdam dikirim kembali ke AS setelah malam minum-minum. Salah satu agen ditemukan pingsan di lorong hotelnya.

Sebelumnya pada 2012, 11 agen Secret Service dipulangkan dari Kolombia karena dugaan "pelanggaran", termasuk pesta mabuk dan permintaan wanita penghibur. Para agen tersebut ditugaskan untuk memastikan keamanan Obama di KTT Amerika di Cartagena.

Insiden itu terungkap ketika salah satu wanita penghibur menolak untuk meninggalkan kamar hotel agen, setelah perselisihan soal pembayaran.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya