Berita

Bank Mandiri/Net

Bisnis

Bank Mandiri Pimpin Peningkatan Kinerja Himbara

SABTU, 21 MEI 2022 | 05:24 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sektor perbankan tanah air, terutama sejumlah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), terbukti memiliki ketahanan yang sangat baik, sehingga cepat pulih dari tekanan badai pandemi Covid-19. Sebut saja seperti Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN, yang berhasil meraih kinerja positif sepanjang kuartal pertama 2022.

Mengutip laporan keuangan nonconsolidated (bank only) alias tidak menyertakan kinerja anak usaha, di tiga bulan pertama tahun ini, sejumlah indikator kinerja bank pelat merah tersebut, berhasil mencatat persentase pertumbuhan mencapai dua digit secara tahunan atau year on year (yoy). Dari sejumlah bank negara tersebut, Bank Mandiri mencatat kinerja yang paling baik.

Kiswoyo Adi Joe, analis pasar modal dari Reswara Gian Investa mencatat, pada kuartal I-2022, manajemen Bank Mandiri dinilai jauh lebih berhasil dalam mengoptimalkan kinerjanya dibanding bank milik negara lainnya. Dia mencontohkan, manajemen Bank Mandiri lebih baik dalam mengoptimalkan asset dan modal/equity untuk mendapatkan penghasilan (return on asset/ROA dan return on equity/ROE).


Pertumbuhan ROA Mandiri pada Q1 2022 lebih baik dibanding Himbara lainnya, mencapai 1,12persen. Sementara, BRI mencatat pertumbuhan ROA sebesar 0,91persen dan ROA BNI hanya tumbuh sebesar 0,83persen yoy. Lantas, untuk ROE tier 1 Mandiri, mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 8,94persen, dibanding pertumbuhan ROE BRI sebesar 3,64persen dan ROE BNI tumbuh 5,58persen.

Lantas, pendapatan bunga Bank Mandiri sebesar Rp 18,9 triliun, tumbuh 6,9persen yoy. Pertumbuhan itu jauh lebih besat ketimbang pertumbuhan pendapatan bunga BRI 4,3persen yoy. BNI dengan pendapatan bunga sebesar Rp 12,5 triliun mencatat pertumbuhan sebesar 1,7persen yoy.

Manajemen Bank Mandiri juga berhasil menurunkan beban bunga secara drastis dari Rp 4,8 triliun menjadi Rp 3,8 triliun alias turun 21,4persen. Sementara, biaya bunga di BRI turun sebesar 16,9persen dan biaya bunga di BNI hanya turun sebesar 0,3persen. Hal itu membuat pendapatan bunga bersih (NII) Mandiri bisa mencapai Rp 15,2 triliun, tumbuh pesat 17,3persen, dibanding NII BRI yang tumbuh 10,1persen dan BNI tumbuh sebesar 2,3persen.

Begitupula dalam hal pendapatan operasional sebelum pencadangan (Pre-Provisioning Operating Profit/PPOP), Mandiri berhasil meraih Rp 14,0 triliun, tumbuh 28,3persen, jauh lebih baik dari BRI yang hanya mencatat pertumbuhan sebesar 21,7persen dan pertumbuhan PPOP BNI sebesar 14,3% yoy.

Dengan pertumbuhan indikator kinerja seperti itu, ungkap Kiswoyo, Bank Mandiri terbilang berhasil menyesuaikan bisnisnya dengan kondisi perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19.

"Ini menggambarkan produktivitas Bank Mandiri sangat tinggi dan efisiensi yang dicapai sangat besar, " ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/5).

Pendapat Kiswoyo diamini Eko Listyanto, Ekonom INDEF. Menurutnya, tingginya pertumbuhan ROA Bank Mandiri mengindikasikan bahwa perseroan memiliki kemampuan dalam mengelola aset-aset produktif menjadi aset yang menghasilkan untuk mendukung pendapatan bisnisnya.

"Di sini terlihat, Bank Mandiri lebih banyak mengelola aset-aset agunan nasabah yang sifatnya likuid," papar Eko.

Jika dilihat dari sisi pertumbuhan ROE yang tinggi, sambung Eko, Bank Mandiri mampu mengoptimalkan modalnya untuk mendukung rencana bisnisnya. Misalnya, melakukan ekspansi penyaluran kredit atau menyediakan layanan baru lewat pengembangan kanal digital.

Nah, ekspansi penyaluran kredit maupun pengembangan kanal digital, tentu butuh modal investasi yang besar dan berkelanjutan. "Tapi, dengan pertumbuhan ROE yang tinggi di kuartal I-2022, telah menunjukkan Bank Mandiri mampu memaksimalkan modal untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya," kata Eko.

Secara keseluruhan, kinerja positif bank Himbara pada kuartal pertama tahun ini, menurut Eko sejalan dengan terus membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional di sepanjang tiga bulan tahun ini. Pada kuartal I-2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 5,01persen secara tahunan (yoy).

"Hal ini menggambarkan pemulihan ekonomi nasional relatif sudah semakin membaik," ucap Eko.

Ketika ekonomi menggeliat, lanjut Eko, maka sektor riil juga akan ikut bergerak. Alhasil, permintaan kredit ke perbankan turut meningkat. "Buktinya bisa dilihat dari pertumbuhan kredit perbankan yang rata-rata di atas 6persen (yoy)," imbuh dia.

Keberhasilan bank-bank BUMN menggenjot pertumbuhan kinerja, juga tak lepas dari strategi bisnis yang dijalankan. Menurut Eko, bank-bank BUMN lebih memfokuskan pertumbuhan kreditnya pada segmen-segmen dengan imbal hasil tinggi.

Misalnya, menyalurkan pinjaman ke sektor-sektor industri yang cepat pemulihannya dari dampak pandemi Covid-19. Di antaranya, ke sektor industri makanan dan minuman, perdagangan serta pertanian, yang belakangan ini terus menggeliat.

"Kenaikan harga-harga komoditas ikut menopang pertumbuhan kredit bank-bank BUMN," tandas Eko.





Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya