Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenakan pakaian adat Lampung Pepadun di Tubaba/Dok Kominfo Tubaba

Politik

Gelar Kehormatan Tuan Penata Negarou Jadi Tabungan Dukungan Anies Menuju Ring Satu

SENIN, 09 MEI 2022 | 11:29 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemberian Gelar Kehormatan Adat Lampung Pepadun "Tuan Penata Negarou" kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Sesat Agung Bumi Gayo Tulangbawang Barat, Minggu kemarin (8/5) bukan sekadar acara adat biasa. Gelar tersebut adalah dukungan politis bagi Anies untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Dikatakan pengamat politik dari Universitas Lampung, Himawan, gelar kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Federasi Marga Empat (Marga Pak) Tubaba itu tidak bisa lepas dari unsur politis jelang Pilpres 2024.

Ditambahkan Himawan, sebagai bakal calon presiden, wajar Anies Baswedan mencari dukungan atau mendapatkan dukungan dari komunitas masyarakat. Hal ini menjadi salah satu caranya untuk menaikan elektabilitas dan daya tawar ke partai politik.


"Karena Anies Baswedan kalau ingin menjadi capres dia membutuhkan kendaraan yang akan digunakan untuk mengantar dia mengikuti kompetisi pilpres," ujar Dosen Ilmu Pemerintahan ini, dikutip Kantor Berita RMOLLampung, Senin (9/5).

Terlebih, lanjutnya, sampai sekarang Anies belum punya partai sebagai kendaraan menuju Pilpres 2024. Nah, gelar barunya dari Federasi Marga Pak Tubaba ini bisa jadi tabungan dukungan dan bekal Anies Baswedan untuk masuk ring satu.

"Karena sudah jelas arah pemberian gelarnya ke arah dukungan politik," tegasnya.

Sementara itu, pengamat politik Unila lainnya, Darmawan Purba, menilai kunjungan Anies di Tubaba adalah salah satu bentuk kampanye politik untuk meningkatkan elektabilitas.

"Sebagai tokoh politik yang akan bersaing di Pemilu 2024, segala upaya dilakukan untuk  meningkatkan popularitas dan elektabilitas, termasuk pertemuan untuk pemberian gelar adat ini," jelas Darmawan.

Terlepas dari unsur politik, imbuh Darmawan, pemberian gelar Tuan Penata Negarou sudah pasti melalui proses dan pertimbangan terhadap aspek-aspek yang dinilai positif terhadap sosok Anies Baswedan.

"Pemberian gelar tersebut juga merupakan suatu apresiasi dan kehormatan bagi Pak Anies Baswedan," pungkasnya. 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya