Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin: Seperti Tahun 1945, Kemenangam Menjadi Milik Kita

SENIN, 09 MEI 2022 | 06:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia menyambut penuh suka cita perayaan 77 tahun kemenangan Perang Patriotik Hebat.

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan dalam pidatonya pada Minggu (8/5) bahwa kemenangan akan kembali diraih, sama seperti pada tahun 1945 lalu.

Ia mengucapkan selamat kepada negara-negara bekas Soviet, antara lain Azerbaijan, Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgistan, Moldova, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Abkhazia, Ossetia Selatan, Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk, serta kepada orang-orang Georgia dan Ukraina.


"Hari ini, tentara kami, sebagai nenek moyang mereka, berjuang berdampingan untuk membebaskan tanah air mereka dari Nazi dengan keyakinan bahwa, seperti pada tahun 1945, kemenangan akan menjadi milik kita," kata Putin.

Ia menekankan, menjadi tugas bersama untuk mencegah kelahiran kembali Nazisme yang menyebabkan begitu banyak penderitaan bagi orang-orang di berbagai negara, serta mengingatkan kepada generasi penerus tentang sejarah yang sebenarnya.

"Hal ini diperlukan untuk melestarikan dan menyerahkan kepada keturunan kita kebenaran tentang peristiwa masa perang, serta nilai-nilai spiritual kita bersama," kata Putin.

Berkat keberanian dan kepahlawanan para pejuang garis depan dan partisan pada 1945, Nazisme bisa dihancurkan, kata Putin. "Nazisme berusaha untuk memperbudak Eropa, dan membawa rasa sakit dan penderitaan bagi puluhan juta orang."

9 Mei menandai kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, sebuah konflik di mana lebih dari 8 juta tentara Soviet tewas.

Namun, peringatan Hari Kemenangan tahun ini bertepatan dengan konflik besar Rusia dan Ukraina.

Putin menyayangkan di hari bersejarah bagi Rusia, justru Nazisme bangkit sekali lagi. Ia merujuk kepada Ukraina yang saat ini berada dalam cengkeraman fasisme dan menjadi ancaman bagi Rusia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya