Berita

Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng/Net

Dunia

Dituding Ikut jadi Penyebab Krisis Ukraina, Beijing: Barat Salah Mengartikan Persahabatan China dan Rusia

SABTU, 07 MEI 2022 | 09:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China kembali buka suara menanggapi tudingan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa mereka ikut bertanggung jawab atas krisis yang saat ini terjadi di Ukraina.

Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng mengatakan, beberapa orang membuat tuduhan tidak berdasar dan memutarbalikkan kata dengan tujuan mendistorsi posisi China.

"Mereka juga salah menafsirkan soal 'persahabatan tidak memiliki batas dan kerja sama tidak memiliki area terlarang' yang berarti bahwa China memiliki pengetahuan sebelumnya tentang operasi militer khusus Rusia di Ukraina dan bahkan mendukungnya. Oleh karena itu mereka telah menyimpulkan bahwa China harus bertanggung jawab atas konflik tersebut," kata Le, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (7/5).


Ia menekankan bahwa China tidak terlibat dalam konflik tersebut, apalagi menciptakannya.

"Jadi bagaimana China bisa bertanggung jawab?" tambahnya.

Hubungan antara China dan Rusia didasarkan pada prinsip-prinsip non-aliansi, non-konfrontasi, dan non-penargetan pihak ketiga, juga tidak tunduk pada pengaruh pihak ketiga mana pun.

China juga menginginkan hubungan persahabatan dengan semua negara, dan "kami tidak pernah membatasi kerja sama, kami juga tidak melihat kebutuhan untuk melakukannya," katanya.
Sejak konflik Rusia-Ukraina pecah, China telah berkomitmen pada tujuan dan prinsip Piagam PBB dan prinsip keamanan yang tidak dapat dibagi, jelas Le, menanggapi tuduhan bahwa China berdiri di sisi sejarah yang salah karena tidak bergabung dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya dalam mengutuk dan memberikan sanksi kepada Rusia.

Untuk beberapa waktu, Amerika Serikat telah terus melenturkan ototnya di depan pintu China, menciptakan kelompok-kelompok eksklusif melawan China dan mengobarkan permasalahan Taiwan untuk menguji garis merah China, menurut Le.
"Jika ini bukan versi Asia-Pasifik dari ekspansi NATO ke arah timur, lalu apa? Strategi seperti itu, jika dibiarkan, akan membawa konsekuensi yang mengerikan dan mendorong Asia-Pasifik ke jurang jurang," katanya.

China tidak pernah menjadi provokator atau pembuat onar. Tidak masuk akal untuk membidik China.

"Upaya untuk menyalin dan menempel krisis Ukraina di Asia-Pasifik, pasti akan gagal," katanya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya