Berita

Kakorlantas, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau GT Kalikangkung, Jawa Tengah/RMOL

Presisi

Rekayasa One Way Kalikangkung Berlaku 24 Jam, Masyarakat Diimbau Manfaatkan Waktu dengan Baik

JUMAT, 06 MEI 2022 | 17:03 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rekayasa lalu lintas one way atau satu arah diberlakukan di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah mulai KM 414-KM 41. Rekayasa ini dimungkinkan berlaku 24 jam.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Firman Shantyabudi bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan peninjauan langsung pada saat pembukaan one way di masa arus balik dari gerbang Tol Kalikangkung hingga gerbang Tol Cikampek Utama.

"Sesuai dengan jadwal yang pernah kita sampaikan pada saat sebelum pelaksanaan arus mudik, hari ini kita akan meneruskan untuk antisipasi puncak arus balik lebaran pada tanggal 6,7 dan 8 Mei 2022 yang sering saya sampaikan. Besar harapan seluruh masyarakat bisa memanfaatkan jadwal ini, hari ini besok dan lusa," kata Irjen Firman, Jumat (6/5).


Firman mengatakan kebijakan one way bisa saja berlaku selama 24 jam pada 6, 7 dan 8 Mei. Polri, lanjut dia, akan melihat kondisi di lapangan untuk mengambil kebijakan tersebut.

"Bisa saja pelaksanaan one way ini kami laksanakan terus 24 jam sampai dengan hari Minggu (8/5),” tekannya.

Firman mengingatkan kembali bagi masyarakat yang terdampak one way untuk tidak menunggu atau mengantre di depan gerbang tol. Ia mengimbau agar masyarakat menggunakan jalan arteri atau alternatif lainnya pada waktu sore hingga malam hari.

"Silahkan manfaatkan waktu sore atau malam hari. Di mana masyarakat lokal sudah mulai istirahat jalan agak lengang. Jadi tidak menggantungkan atau menunggu di pintu pintu tol yang sementara sedang kami gunakan sebagai penerapan one way," jelasnya.

"Jadi kami informasikan supaya masyarakat jangan menunggu di depan pintu tol. Lebih baik ikuti dengarkan jadwal-jadwalnya semoga landai kita akan berikan relaksasi satu lajur, bisa saja," imbuhnya.

Firman menambahkan, agar masyarakat tidak memaksakan kendaraanya untuk masuk ke dalam rest area ketika kondisi sedang penuh. Petugas di lapangan akan menginformasikan bila rest area penuh dan diarahkan untuk ke rest area berikutnya.

"Ketika kami sampaikan penuh silakan untuk dilanjutkan dulu perjalanannya. Kecuali yang betul-betul lelah jangan dipaksakan, supaya kendaraan yang ada di belakangnya bisa tetap melaju," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya